Korban Pelecehan Seksual di Terminal Arjosari Batal Lapor ke Polisi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 27 Apr 2022 17:31 WIB
Pihak terminal Arjosari meminta korban yang mengaku dilecehkan datang untuk menunjuk langsung siapa pelaku pelecehan itu.
Lokasi diduga tempat terjadinya pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di Terminal Arjosari. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Kota Malang -

Penumpang perempuan berinisial A (26) yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual di kawasan Terminal Arjosari, Kota Malang, batal melapor ke polisi. Perempuan asal Malang itu punya alasan tersendiri hingga akhirnya memutuskan tidak membawa kasus yang dia alami itu ke ranah hukum.

"Saya sudah laporan (komunikasi dengan polisi) dan saya tidak ingin melanjutkan permasalahan ini," kata A ketika dikonfirmasi detikJatim melalui pesan WhatsApp, Rabu (27/4/2022).

Perempuan itu mengungkapkan, dia punya beberapa alasan untuk tidak melaporkan kasus yang dia alami kepada polisi. Di antaranya, keraguan terhadap saksi untuk mengungkap kejadian itu secara jujur.

"Ada beberapa alasan yang membuat saya tidak ingin melanjutkan (kasus pelecehan seksual itu)," sambungnya.

Ia berharap, dengan adanya kejadian yang sudah menimpanya ini, ada edukasi bagi masyarakat agar lebih membela dan melindungi korban pelecehan seksual.

"Semoga dengan adanya masalah ini, banyak orang lebih aware dengan masalah sexual harassment dan semua orang lebih teredukasi serta bisa melindungi atau membela korban," ujarnya.

Perempuan ini pun membeberkan detil alasan kenapa dia tidak melapor ke polisi. Selain harus menanggung biaya visum, dia batal melapor karena khawatir banyak waktu dan tenaganya yang akan dikorbankan.

"Biaya visum Rp 500 ribu hanya di-cover Rp 350 ribu saja, belum tenaga, waktu, dan uang yang (nanti) banyak saya korbankan. Selain itu, belum tentu saksi (kru bis) mau jujur siapa orang yang melakukan sexual harassment kepada saya atau petugas Dishub yang diam saja melihat kejadian tersebut," urainya.

Ia mengakui sebenarnya dirinya ingin menuntut permintaan maaf atau pemberian sanksi tegas kepada pelaku pelecehan dan oknum anggota Dinas Perhubungan yang berada di lokasi kejadian di sekitar Terminal Arjosari. Tetapi, karena minimnya alat bukti, dia beranggapan langkah-langkah ke jalur hukum itu akan sia-sia.

"Sebenarnya saya mau menuntut permintaan maaf atau sanksi terhadap kedua orang tersebut (pelaku dan oknum). Tapi mengingat bukti yang kurang, penglihatan yang tidak jelas, dan seragam yang digunakan (pelaku) banyak yang pakai, jadi kemungkinan akan sia-sia," ujarnya.

"Polisi menyarankan saya mendatangi Dishub untuk tanya oknum tersebut siapa. Saya pikir, kenapa polisi tidak menengahi? Dan saya pikir, saya akan buang-buang waktu dan tenaga saya," pungkasnya.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febriyanto Prayoga ketika dikonfirmasi mengenai hal itu menegaskan, sampai hari ini pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari saksi korban dugaan pelecehan itu.

"Sampai saat ini belum ada laporan resmi. Kami memang sudah berkomunikasi, tapi soal laporan jadi apa tidak, bisa ditanyakan kepada korban," tegasnya.



Simak Video "Terjadi Lagi! Aksi Pelecehan Seksual di TransJakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)