2 Reseller Jadi Tersangka Investasi Bodong di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Jumat, 28 Jan 2022 21:43 WIB
investasi bodong di lamongan
Para korban investasi bodong yang melapor ke Polres Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/File)
Lamongan -

Tersangka kasus investasi bodong di Lamongan bertambah. Setelah owner Invest Yuks ditetapkan tersangka, kini menyusul 2 reseller-nya yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Yoan Septi Hendri mengatakan setelah owner investasi bodong 'invest yuks' dengan inisial S ditetapkan sebagai tersangka, kini menyusul 2 orang reseller jaringannya yang ditetapkan sebagai tersangka. Dua reseller tersebut adalah AR (23) warga Desa Karang, Kecamatan Sekaran dan SA (23) warga Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton di Unit II Pidana Tertentu (Pidter) dan dari hasil penyidikan keduanya terlibat dalam sindikat investasi bodong. Hari ini, 2 reseller ditetapkan sebagai tersangka," kata Yoan kepada wartawan, Jumat (28/1/2022).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, terang Yoan, keduanya langsung ditahan untuk kepentingan proses hukum selanjutnya dengan pertimbangan agar tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatannya. Dari hasil pemeriksaan, tandas Yoan, diketahui ada banyak yang menjadi korban kedua tersangka.

"Para korbannya cukup banyak, selain dari Lamongan, juga dari Gresik, tapi yang paling banyak korbannya warga Lamongan," ungkap Yoan.

Kedua tersangka, kata Yoan, menawarkan dengan beragam promo untuk menarik calon korbannya dengan keuntungan yang sangat fantastis. Praktik penipuan tersebut dimulai sejak Desember melalui media sosial tentang Investasi dengan keuntungan sebesar 50 persen dalam jangka 10 hari.

"Keuntungan itulah yang membuat para korban tertarik. Member tertarik untuk mengikuti investasi tersebut dengan cara menyetor uang ke rekening milik dua tersangka," ungkapnya.

Namun, setelah menyetorkan uang investasi tersebut tidak ada pencairan sesuai dengan jangka waktu yang telah dijanjikan para tersangka. Dari ratusan korbannya, imbuh Yoan, dua tersangka meraup uang sebesar Rp 2 miliar.

"Penyerahan uang investasi ada juga yang diserahkan di rumah tersangka dan juga ada yang diambil di rumah korban. Para korban merasa dirugikan tentang dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan uang investasi dan melaporkan ke polisi," paparnya.

Para tersangka mengaku belum memberikan pencairan uang investasi kepada para korbannya. Dari pengakuan reseller ini, uang yang sudah disetor ke owner dengan inisial S tidak dicairkan. Yoan belum bisa menentukan kapan reseller itu tuntas diperiksa karena masih harus melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan.

"Terhadap dua tersangka dijerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan. Kemungkinan masih ada satu calon tersangka yang baru dilaporkan oleh para korbannya," tegasnya.

Seperti diketahui, seorang mahasiswi asal Lamongan dengan inisial S (21) warga Desa Tambakploso, Kecamatan Turi yang menjadi owner investasi bodong dengan nama Invest Yuks diamankan. Pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini mendekam di sel tahanan Polres sembari menunggu proses hukum selanjutnya. Atas tindakan yang dilakukan, kepolisian menjerat S dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan tindak penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun.



Simak Video "Polisi Bongkar Modus Investasi Bodong Senilai Rp 5,7 M di Tasikmalaya"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)