Jadwal Sidang Praperadilan Anak Kiai di Jombang Tersangka Pencabulan

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 20 Jan 2022 19:35 WIB
Sidang praperadilan MSAT, anak kiai di Jombang yang menjadi tersangka pencabulan santriwati, berlangsung hanya 47 menit. Pada sidang perdana ini, pengacara tersangka menyampaikan 7 permohonan kepada hakim praperadilan.
Sidang praperadilan MSAT/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang -

Sidang praperadilan status tersangka MSAT, anak kiai di Jombang bakal berlangsung paling lama 8 hari kerja. Berikut jadwal sidang yang sudah disepakati semua pihak.

Sidang perdana praperadilan dengan pemohon MSAT berlangsung di ruangan Kusuma Atmadja, Pengadilan Negeri (PN) Jombang pukul 10.00-10.47 WIB. Dodik Setyo Wijayanto ditunjuk sebagai hakim tunggal yang memeriksa dan mengadili perkara ini.

Sidang hari pertama ini dihadiri pihak pemohon maupun termohon. Pihak MSAT sebagai pemohon diwakili dua pengacaranya. Yaitu Deny Hariyatna dan Rio Ramabaskara. Empat termohon juga diwakili kuasa hukum masing-masing.

Yaitu termohon 1 Kapolres Jombang dan termohon 3 Kapolda Jatim diwakili dua anggota Bidang Hukum Polda Jatim, Rahmad dan Ponirah. Termohon 2 Kepala Kejaksaan Negeri Jombang diwakili Mujib Syaris, sedangkan termohon 4 Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim diwakili Sulistiono.

Setelah pengacara MSAT membacakan permohonan, Hakim Dodik menyusun jadwal sidang praperadilan yang ia pimpin. Menurutnya, hakim harus memeriksa perkara ini dengan cepat, serta menjatuhkan putusan praperadilan dalam 7 hari kerja.

"Sesuai ketentuan Pasal 228 KUHAP, perhitungan setiap jangka waktu dimulai keesokan harinya. Jadi, hari kesatu saya hitung mulai besok. Hari ketujuh jatuh Senin tanggal 31 Januari," kata Dodik dalam persidangan, Kamis (20/1/2022).

Usai pembacaan permohonan dari pihak MSAT, lanjut Hakim Dodik, sidang dilanjutkan pada Jumat (21/1) dengan agenda pembacaan jawaban dari 4 termohon. Sidang besok akan digelar lebih awal. Yaitu pukul 09.00 WIB.

Sidang praperadilan terkait status MSAT sebagai tersangka pencabulan santriwati dilanjutkan pekan depan. Menurut Hakim Dodik, pihak pemohon maupun termohon diberi kesempatan menyodorkan bukti-bukti di persidangan selama 5 hari. Yakni mulai Senin (24/1) sampai Jumat (28/1).

"Untuk pembuktian prinsipnya sederhana. Siapa pun yang menyampaikan sesuatu wajib untuk membuktikan, tidak penting mana yang duluan. Jadi, siapa yang siap lebih dulu mengajukan pembuktian, silakan diajukan. Karena waktu kita cepat," terangnya.

Persidangan terakhir pada 31 Januari 2022 dengan agenda putusan praperadilan. Hakim Dodik menambahkan, pihaknya bisa saja menjatuhkan putusan lebih cepat jika pembuktian juga selesai lebih cepat.

"Tanggal itu adalah tanggal paling lambat hakim menjatuhkan putusan, apapun ceritanya, apapun keadaannya, paling lambat tanggal 31 Januari hakim akan menjatuhkan putusan. Tentunya bisa lebih cepat, tidak boleh lebih lambat," terangnya.

Jadwal sidang yang disusun Hakim Dodik lantas ditandatangani pihak pemohon dan para termohon. "Mau sidang setiap hari silakan, mau sidang dua hari sekali silakan. Yang penting para pihak sudah tahu jadwalnya, tidak ada lagi panggil memanggil dan semua harus taat dengan jadwal yang sudah disepakati," tambahnya.

Berkas perkara pencabulan yang diduga dilakukan MSAT terhadap santriwati dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi Jatim pada 4 Januari 2022. Oleh sebab itu, Polda Jatim berupaya secepat mungkin melakukan tahap dua perkara tersebut.

Namun, MSAT enggan memenuhi tiga panggilan Polda Jatim. Sehingga polisi memasukkan putra kiai di Jombang itu dalam DPO. Polisi mengancam akan menjemput paksa MSAT jika menolak kooperatif.

Sebelum itu, MSAT mengajukan praperadilan ke PN Surabaya terhadap proses penetapan tersangka yang dilakukan Polda Jatim. Namun pada 16 Desember 2021, hakim menolak permohonan MSAT karena kurang pihak.

Penetapan tersangka MSAT dilakukan di Polres Jombang, sedangkan yang digugat dalam praperadilan tersebut Polda dan Kejati Jatim. Tim pengacaranya pun mengajukan praperadilan kedua kalinya di PN Jombang. Sidang perdana digelar tadi pukul 10.00 WIB.



Simak Video "Aksi Bejat Pria di Palembang: Cabuli Anak Tiri Usai Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)