Terinspirasi Versailles di Prancis, Begini Desain Museum Agung Majapahit

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Minggu, 13 Sep 2026 21:20 WIB
Maket Museum Agung Majapahit. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Museum Agung Majapahit yang mulai dibangun di Desa/Kecamatan Trowulan, Mojokerto dengan anggaran Rp 148,6 miliar digadang-gadang menjadi pusat ekonomi budaya baru. Museum ini dibangun dengan desain Surya Majapahit di atas lahan sekitar 10 hektare.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menuturkan, Museum Agung Majapahit dibangun mengikuti masterplan pemenang sayembara, yakni masterplan Surya Majapahit karya tim arsitek yang diketuai Ar Thoat Fauzi. Museum ini bakal dilengkapi panel-panel surya untuk meringankan biaya operasionalnya.

"Proses sudah kami laksanakan dengan sayembara waktu itu dan hasil sayembara sudah menjadi kesepakatan bahwa inilah desain yang dianggap paling cocok, paling layak. Kalau tidak salah kami harapkan juga environmentally friendly gitu. Jadi harus menyatu juga dengan alam desainnya," terangnya saat peletakan batu pertama pembangunan Museum Agung Majapahit di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Minggu (13/9/2026).

Museum Agung Majapahit dibangun dengan 30 gedung di atas lahan sekitar 10,2 hektare meliputi bangunan storage, penerima, klinik, 4 toilet, 13 ruang pamer tetap, lobby and storage, 3 ruang pamer temporer, playground anak, visible storage, ruang seminar, interfaith room, ruang pengenalan, dan ruang kontempelasi.

Museum Agung Majapahit, kata Fadli Zon, akan memamerkan kebesaran Kerajaaan Majapahit kepada dunia. Mulai dari artefak, lini masa, hingga kehidupan sehari-hari raja-raja Majapahit. Sebab Majapahit merupakan kerajaan yang mempersatukan Nusantara.

Saat ini saja, terdapat sekitar 88.000 benda cagar budaya peninggalan Majapahit yang hanya sebagian kecil yang bisa dipamerkan. Karena selama ini, Museum Majapahit yang sebelumnya Pusat Informasi Majapahit (PIM), belum mempunyai ruang pamer yang layak.

"Termasuk imersif yang paling disukai oleh anak-anak muda Gen Z sekarang, itu salah satunya karena dunia digital, film, imersif dan juga hal-hal yang saya kira menjadi bagian dari kemajuan teknologi sekarang," jelasnya.

Pembangunan Museum Agung Majapahit telah melalui kajian dampak terhadap cagar budaya. Salah satunya melalui ekskavasi arkeologis di lahan yang akan ditempati museum. Dari 50 titik ekskavasi tahun 2025 dan 2026, ditemukan struktur purbakala di 5 titik. Baik berupa struktur bangunan maupun sumur kuno.

"Di luar negeri, justru struktur-struktur itu bagian dari site museum. Bisa menjadi bagian yang dilindungi, diberikan kaca dan lain-lain. Itu saya sudah lihat di berbagai tempat. Dan itu justru menjadikan museum itu lebih menarik lagi. Bahwa kita berada di satu museum yang di bawahnya juga merupakan struktur. Proses penelitian, ekskavasi juga sudah dilakukan di 50 titik ya, tentu yang sudah ditemukan itu perlu kita jaga dan kita lindungi," ujar Fadli Zon.

Tak sekadar sebagai etalase peradaban Majapahit, Fadli Zon mengatakan bahwa Museum Agung Majapahit digadang-gadang jadi pusat ekonomi budaya baru di Indonesia.

Ia berkaca dari Museum Versailles di Prancis yang menghasilkan Rp 30 miliar per hari hanya dari tiket para wisatawan. Belum termasuk penjualan suvenir dan mamin (food and beverage).

"Di berbagai tempat kalau di negara-negara barat, di negara-negara yang sudah lama menjadikan museum itu sebagai bagian ekonomi budaya, museum itu tidak saja sekadar etalase budaya dan etalase peradaban mereka, tapi juga bagian dari ekosistem ekonomi budaya yang berkelanjutan, ekonomi budaya yang sirkular yang berkelanjutan," tegasnya.

Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan menambahkan Museum Agung Majapahit dibangun dengan konsep Surya Majapahit. Konsep ini diterjemahkan menjadi 4 kuadran.

Sunset of Majapahit menggambarkan peradaban Majapahit, kuadran kedua yakni Menuju Majapahit yang menjelaskan proses tumbuh dan berkembangnya peradaban Majapahit.

Selanjutnya, kuadran ketiga yakni Pusaka Majapahit yang menghadirkan kemegahan warisan dan tinggalan budaya Majapahit, serta Sunrise of Majapahit yang memaknai warisan Majapahit sebagai sumber inspirasi untuk masa depan.

"Rancangan museum ini menyelaraskan arsitektur dengan lingkungan budaya Majapahit, antara lain melalui penggunaan material bata merah. Kawasan ini akan terdiri atas 32 bangunan dengan berbagai fungsi, termasuk ruang pamer, penyimpanan koleksi, ruang imersif, ruang pertemuan, serta fasilitas pendukung," jelasnya.

Pembangunan Museum Agung Majapahit ditargetkan tuntas tahun ini. Sehingga tata pamer bisa dikerjakan di tahun 2027. Pembangunan museum ini menggunakan anggaran dari Kementerian Kebudayaan Rp 148.643.553.619 (Rp 148,6 miliar).

Terdiri dari pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun Museum Majapahit Rp 145.297.300.000 (Rp 145,3 miliar). Proyek ini dimenangkan KSO PP dan Penta, yaitu PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Penta Rekayasa asal Jalan Letjend TB Simatupang, Pasar Rebo, Jaktim.

Kemudian manajemen konstruksi Museum Majapahit senilai Rp 3.346.253.619. Proyek jasa konsultansi badan usaha konstruksi ini dimenangkan PT Ciriajasa Cipta Mandiri asal Jalan Ciputat Raya, Kebayoran Lama, Jaksel.



Simak Video "Diplomasi Budaya ala Fadli Zon"

(abq/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork