Polsek Tegalsari dibakar massa perusuh demo pada Sabtu (30/8/2025) malam. Ternyata bangunan ini merupakan cagar budaya. Bangunan yang difungsikan sebagai kantor polisi di era Belanda ini, kini tinggal puing.
Adanya jejak peninggalan kolonial di Polsek Tegalsari juga dibuktikan dengan bangunan bungker di belakangnya. Bunker Tegalsari juga berstatus cagar budaya.
Kapolsek Tegalsari Kompol Rizki Santoso juga mengatakan bangunan itu berstatus cagar budaya. Mirisnya, sebagian besar bangunan tersebut habis dilalap api.
"Kerusakan 90% terbakar. Sisa 10 % bangunan masjid Polsek yang masih utuh tidak terbakar," ujar Rizki saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (31/8/2025).
Diketahui, Polsek Tegalsari telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya. Catatan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menyebut, bangunan ini dulunya difungsikan sebagai fasilitas pengamanan wilayah Tegalsari.
Pada masanya, bangunan ini dikenal sebagai milik negara dengan nama Burgerlike Openbare Werken. Meskipun detail arsitektur asli tidak tercatat lengkap.
Simak Video "Video Kondisi Grahadi Surabaya-Polsek Tegalsari Usai Dibakar Massa"
(irb/hil)