Tanggul Lumpur Lapindo Masih Kritis, PPLS Klaim Tetap Aman

Tanggul Lumpur Lapindo Masih Kritis, PPLS Klaim Tetap Aman

Suparno - detikJatim
Sabtu, 11 Jul 2026 14:40 WIB
Pembuangan Lumpur Lapindo
Pembuangan Lumpur Lapindo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Kondisi tanggul penahanan lumpur Lapindo di titik 10.D, Kecamatan Porong, Sidoarjo, masih menjadi perhatian. Pantauan di lokasi menunjukkan tanggul terlihat semakin kritis dengan lebar yang tersisa sekitar 45 sentimeter dan permukaannya mengalami retakan.

Tanggul penahanan yang dibangun sebagai penambahan dari tanggul utama menggunakan material tanah bercampur lumpur itu juga hanya berjarak sekitar 25 hingga 35 sentimeter dari permukaan lumpur. Di lokasi tampak tiga unit ekskavator bersiaga, namun belum melakukan aktivitas.

Sementara itu, aliran lumpur masih terus dialirkan menuju Sungai Porong melalui spillway di Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, sebagai upaya mengurangi volume tampungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksana dan Perencanaan PPLS, Arif Firmanto mengatakan, volume semburan lumpur saat ini jauh lebih kecil dibandingkan pada awal bencana tahun 2006.

ADVERTISEMENT

"Pada awal tahun 2006 volume semburan berkisar 100 ribu hingga 120 ribu meter kubik per hari. Saat ini berada di kisaran 27 ribu sampai 32 ribu meter kubik per hari," kata Arif, Sabtu (11/7/2026).

Arif menjelaskan, lumpur tidak mengalir seperti air karena mengandung material yang berat. Saat ini arah dominan pergerakan lumpur mengarah ke sisi utara dan barat, mendekati jalan raya serta jalur kereta api.

Menurutnya, pergerakan ke arah barat dipengaruhi fenomena penurunan tanah yang memang terjadi di kawasan tersebut, termasuk di sekitar jalur rel kereta api yang selama ini juga rutin dilakukan perbaikan.

Untuk mengendalikan kondisi itu, PPLS mengarahkan aliran lumpur agar masuk ke kolam penampungan yang telah dilengkapi kapal keruk.

"Saat ini ada empat kapal keruk yang beroperasi. Dua unit berada di kolam sisi utara dan timur, sedangkan dua unit lainnya berada di Kolam 2 dan Kolam 5 di sisi selatan. Fungsinya mengalirkan lumpur ke Kali Porong sehingga volume di kolam penampungan dapat berkurang," ujarnya.

Meski kondisi tanggul di titik 10.D menjadi perhatian, Arif memastikan situasi masih dalam kondisi aman karena telah dibuat alur khusus untuk mengarahkan aliran lumpur agar tidak keluar dari area penampungan.

"Ke depan akan dilakukan kajian ulang terhadap kapasitas tampungan dan beberapa titik tanggul juga akan diperkuat kembali. Penanganan terus dilakukan secara maksimal oleh Kementerian PUPR bersama Satuan Kerja Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS)," pungkasnya.

Pemantauan kondisi tanggul di lapangan juga terus dilakukan oleh tim PPLS, termasuk Mas Fahmi Zamroni, guna memastikan perkembangan di titik-titik yang memerlukan perhatian khusus.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads