8 Tempat di Surabaya yang Eksis Sebelum Indonesia Merdeka, Apa Saja?

Rina Fuji Astuti - detikJatim
Selasa, 16 Agu 2022 15:50 WIB
Jalan Gula di Surabaya sudah tak asing bagi pencinta sejarah dan fotografi. Jalan tersebut merupakan salah satu yang paling vintage di Kota Pahlawan.
Jalan Karet sebagai Salah satu kawasan bersejarah di Surabaya/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim/file
Surabaya -

Detik-detik peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 semakin dekat. Salah satu memori yang melekat saat menyambut Hari Kemerdekaan RI adalah bernostalgia dengan bangunan peninggalan kolonial.

Hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki bangunan peninggalan kolonial. Termasuk Surabaya, Jawa Timur.

Di Surabaya, ada sejumlah bangunan yang ada sejak zaman penjajahan dan masih terawat hingga saat ini. Bangunan-bangunan bersejarah itu tersebar di seluruh penjuru Surabaya. Sebagian berada di kawasan Surabaya Utara.

Misalnya Kawasan Kota Tua yang memiliki sederet bangunan tua di sepanjang Jalan Gula, Jalan Panggung, dan Jalan Karet. Ada juga bangunan bersejarah di jantung Kota Surabaya, yakni Hotel Majapahit.

Sebagian kawasan dan bangunan peninggalan era kolonial itu turut dilestarikan oleh pemerintah. Yakni dengan mendaftarkannya menjadi bangunan atau kawasan cagar budaya. Bahkan, ada bangunan yang sudah masuk kategori cagar budaya nasional.

Jika Anda penasaran mana saja bangunan atau kawasan di Surabaya yang sudah ada sejak zaman kolonial, simak uraian yang telah dirangkum detikJatim berikut ini.

Daftar Bangunan dan Kawasan Bersejarah di Surabaya yang sudah ada sejak Jaman Kolonial:

1. Hotel Majapahit

Hotel ini berlokasi di Jalan Tunjungan Surabaya dan dibangun pada tahun 1910. Hotel Majapahit menjadi salah satu tempat bersejarah bagi warga Surabaya. Sebab, hotel ini menjadi lokasi peristiwa perobekan bendera Belanda oleh arek-arek Suroboyo saat sebelum terjadi Pertempuran 10 November, pada 19 September 1945.

Saat peristiwa itu, Hotel Majapahit masih bernama Hotel Yamato. Sebelumnya, Hotel Majapahit juga mengalami beberapa kali perubahan nama. Mulai dari LMS (Lucas Martin Sarkies), kemudian Hotel Oranje, lalu pernah juga menjadi Hotel Hoteru.

Arsitektur bagian luar dan dalam hotel masih kental dengan gaya kolonial. Bahkan, sebagian perabotan di dalam kamar masih menggunakan peralatan dari jaman pertama kali hotel ini didirikan.

Hotel ini pun telah mendapat predikat cagar budaya nasional. Sejumlah tokoh nasional dan dunia pernah menginap di hotel ini, salah satunya komedian Charlie Chaplin.

Kini, keberadaan hotel tersebut semakin eksis dengan perkembangan jalan Tunjungan yang dijadikan wisata. Sejumlah warga tampak memadati area depan hotel tersebut untuk berfoto.

Hotel MajapahitBagian dalam Hotel Majapahit Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim

2. Masjid Kemayoran

Masjid Kemayoran beralamat di Jalan Indrapura 2, Surabaya. Nama resmi masjid ini adalah Roudhotul Musyawarah dan telah dibangun sejak tahun 1932.

Sejarah awal masjid ini berawal dari Masjid Surapringga yang berlokasi di Alun-alun Surabaya (sekarang Tugu Pahlawan). Namun, pemerintah Hindia Belanda menggusur masjid tersebut karena kawasan itu akan diperluas. Pembongkaran masjid diwarnai perlawanan hingga berujung gugurnya sang imam masjid, Kiai Badrun.

Setelah puluhan tahun berlalu, pihak Belanda menyesali peristiwa itu 70 tahun kemudian. Walhasil, pemerintah kolonial akhirnya membelikan sebidang tanah untuk pembangunan masjid Kemayoran.

Meski begitu, masyarakat sempat tak mau menggunakan masjid ini karena dianggap hanya 'hadiah' dari Pemerintah Belanda. Seiring berjalannya waktu, masjid Kemayoran akhirnya dimanfaatkan untuk umat Islam.

Baca daftar Bangunan Bersejarah Surabaya selengkapnya di halaman selanjutnya