Menelusuri Hotel Majapahit, 'Permata' di Kota Pahlawan

Menelusuri Hotel Majapahit, 'Permata' di Kota Pahlawan

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 23 Apr 2022 14:29 WIB
Hotel Majapahit
Sudut di Hotel Majapahit Kota Surabaya (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Dalam sejarah kota Surabaya, ada sejumlah lokasi yang menjadi saksi perjuangan arek-arek Suroboyo meraih kemerdekaan. Ada yang terawat hingga masih asli, asri, serta memiliki nilai historikal tinggi.

Salah satunya adalah Hotel Majapahit. Hotel yang terletak di Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya itu masih aktif dan digunakan untuk menjamu para tamu yang datang.

Hotel yang dahulu sempat dijuluki Yamato itu, tak hanya menyimpan sejarah perobekan bendera Belanda pada 19 September 1945. Namun, hotel bintang 5 di Kota Pahlawan ini lekat akan sejarah.

DetikJatim diajak berkeliling oleh staf hotel. Di sana, pondasi, cat, hingga struktur bangunan masih kokoh nan orisinil. Meski, ada tambahan beberapa aksesoris untuk mempercantik dan menambah modern tatanan.

Hotel yang berdiri di atas lahan 2 hektar itu masih eksis, lantaran Pemkot Surabaya turut mempercantik kawasan Tunjungan. Bahkan, 139 kamar masih mempertahankan arsitektur klasik nan ciamik.

Dengan luas, megah, dan eloknya hotel itu, tentu membutuhkan biaya operasional yang fantastis. Tak ayal, hotel yang dulunya bernama Oranje, (Sebelum Yamato dan Merdeka) itu masih digandrungi para pelancong, terutama wisatawan internasional.

General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun mengatakan, salah satu bukti keaslian bangunan adalah dari ubin marmer yang diimpor langsung dari negeri kincir angin, Belanda. Menurutnya, hal tersebut masih dipertahankan untuk menjaga keaslian dan menjadi karakter bagi Majapahit.

Kahar menjelaskan, salah satu ciri khas bangunan vintage Majapahit dalam marmer itu adalah, 1 dari sekian marmer yang dipasang menjadi ubin, selalu ada 1 ubin yang sengaja dipasang terbalik. Namun, ia mengaku tak tahu apa alasan dibalik hal tersebut.

Hotel MajapahitUbin di Hotel Majapahit Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim

Kahar merasa, pemilik sekaligus para pekerja sangat diuntungkan dengan lokasi hotel yang strategis. Selain memiliki lahan yang luas, lokasinya juga berada di jantung kota Surabaya.

"Bisa dibilang, Majapahit ini 'permata' bagi Pemkot Surabaya dan masyarakatnya. Selain bersejarah dan memiliki nilai seni, tapi juga aset," kata Kahar saat ditemui detikJatim, Sabtu (23/4/2022).

Ketika pertama kali bekerja di Hotel Majapahit, ia mengaku langsung jatuh cinta. Sebab, bangunannya sangat terpelihara dan saling berkaitan dengan sejarah perjuangan Indonesia.

Ihwal kaitan dengan kemerdekaan, Kahar mengklaim hal tersebut hanya suatu kebetulan. Sebab, Majapahit berdiri jauh sebelum zaman kemerdekaan RI.

"Value hotel ini sangat tinggi. Ini (Majapahit) didirikan Sarkies Family atau Sarkies Brothers di tahun 1910, secara histori sebenarnya tidak terkait dengan sejarah perjuangan Indonesia," ujarnya.

Tak heran, Hotel Majapahit bisa 1 level dengan sejumlah hotel Sarkies di negara tetangga, seperti The Strong di Yangon, Raffles Singapura, hingga Oriental Hotel di Penang, Malaysia.

"Hotel yang bagus dan berbintang memang banyak dan bertebaran. Tapi, yang memiliki sejarah, karakter, dan value, tidak banyak, hotel lain hanya city hotel," tutur pria yang kerap berkecimpung dalam dunia hotel di Bali itu.



Simak Video "Menikmati Menu Makan Malam di Hotel Mewah Kota Pahlawan, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/hil)