OJK Jember Tindak 35 Pinjol dan 1 Investasi Bodong di 5 Kabupaten

OJK Jember Tindak 35 Pinjol dan 1 Investasi Bodong di 5 Kabupaten

Ardian Fanani - detikJatim
Kamis, 22 Sep 2022 20:51 WIB
ojk jember
OJK Jember Tindak 36 Pinjol dan 1 Investasi Bodong di 5 Kabupaten (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

OJK Jember mencatat 35 pengaduan pinjol dan 1 pengaduan investasi bodong. Pengaduan itu terjadi di 5 Kabupaten di bawah naungan OJK Jember. Pencegahan pun akan dilakukan dengan berbagai upaya agar masyarakat terselamatkan dari investasi bodong dan pinjol.

Hal ini terungkap dalam koordinasi bersama dengan lembaga/instansi terkait yang tergabung dalam Anggota Satgas Waspada Investasi (SWI) dan diseminasi informasi peran Satgas Waspada Investasi, di Hotel Kokoon, Banyuwangi, Kamis (22/9/2022). Hadir dalam acara tersebut, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing dan Kepala OJK Jember, Hardi Rofiq Nasution.

Kepala OJK Jember Hardi Rofiq Nasution menyampaikan hingga saat ini, berdasarkan data yang telah dihimpun oleh bagian Pengaduan Konsumen bahwa pengaduan terkait pinjaman online di 5 kabupaten yang termasuk dalam wilayah kerja OJK Jember, setidaknya terdapat 35 pengaduan dan 1 pengaduan terkait invetasi bodong.

"Untuk sementara ada 35 pengaduan pinjol dan 1 pengaduan investasi bodong," ujarnya kepada detikJatim.

Pinjol dan Investasi bodong ini kebanyakan merugikan masyarakat. Teror hingga ancaman pun juga dilakukan kepada masyarakat yang sudah terlanjur melakukan pinjaman ataupun memberikan dana kepada investasi bodong itu.

"Kebanyakan teror. Tentu sangat merugikan," tambahnya.

Hardi menambahkan bahwa sejak tahun 2018 sampai dengan Agustus 2022 SWI telah menutup sebanyak 4.160 pinjaman online ilegal. Selain itu, sejak 2019 sampai dengan Februari 2022, SWI juga telah menutup 165 pegadaian swasta ilegal yang telah beroperasi tanpa izin OJK.

Ditambahkan oleh Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, masyarakat harus lebih waspada menerima penawaraan investasi aset seperti (kripto, binary option) yang tidak terdaftar di Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementrian Perdagangan yang dilakukan oleh afiliator atau influencer yang dapat merugikan masyarakat.

"Kita juga menjelaskan telah melakukan cyber patrol dan menutup aplikasi yang masih beroperasi agar masyarakat tidak menjadi korban. Tapi lagi-lagi mereka muncul lagi dengan alasan bahwa mereka sedang maintenance. Padahal ya sudah kita tutup," tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat memperhatikan 2L (legal dan logis) ketika mendapati tawaran investasi yang mencurigakan serta tidak bertransaksi dengan pinjol ilegal dan usaha gadai swasta yang tidak mengantongi ijin usaha dari OJK.

"Legalitas lembaga dimaksud telah berizin di OJK, Memastikan lembaga yang menawarkan produk investasi/pinjaman, memiliki izin dalam menawarkan produk atau tercatat sebagai mitra, Menawarkan keuntungan yang masuk akal, Memastikan pencatuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawaran telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu, masyarakat juga dapat memastikan legalitas usahanya apakah telah berijin OJK," katanya.

Tak hanya itu, apabila mendapati adanya praktik investasi bodong maupun pinjol ilegal, masyarakat dapat melaporkannya ke kepolisian dan Satgas Waspada Investasi. Selanjutnya, apabila masyarakat mendapatkan penagihan secara tidak beretika (terror, intimidasi dan pelecehan) maka segera laporkan ke polisi.

Penanganan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal dan pergadaian swasta ilegal dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota Satgas Waspada Investasi dari 12 Lembaga/Instansi.

"Satgas Waspada Investasi bukan aparat penegak hukum sehingga tidak dapat melakukan proses hukum. Selain menghentikan dan mengumumkan kepada masyarakat, Satgas Waspada Investasi juga melakukan pemblokiran terhadap situs/website/aplikasi dan menyampaikan laporan informasi ke Bareskrim Polri," pungkasnya.



Simak Video "Penipu Ratusan Mahasiswa Bogor Terlilit Pinjol Terancam 4 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)