Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang, Kota Malang memasuki hari keempat. Meski tidak ditemukan perluasan titik api sejumlah titik panas atau hotspot masih ditemukan di sejumlah kawasan timbunan sampah.
Petugas gabungan terus berjibaku melakukan pembasahan. Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan mengatakan titik panas masih ditemukan di zona old landfill.
Petugas terus melakukan pembasahan untuk memutus titik-titik panas yang berpotensi memicu kembali munculnya api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, hari ini tidak ada perluasan titik api. Kondisi terkini di zona old landfill, beberapa titik api masih ditemukan dan titik panas masih mendominasi area. Tim terus melakukan pembasahan guna memutus titik panas," ujar Pandu kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).
Dalam video yang dibagikan Damkar Kota Malang, pada siang ini masih terlihat asap putih mengepul dari gunungan sampah bekas terbakar. Petugas masih berjibaku memadamkan hotspot agar api benar-benar padamm
Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), luas area terdampak kebakaran di zona old landfill mencapai sekitar 8 hektare hingga Jumat (23/10). Sementara itu, zona new landfill tercatat seluas 6 hektare. Dengan demikian, total area yang terdampak kebakaran di TPA Supiturang mencapai 14 hektare.
Meski tidak terjadi perluasan, upaya pemadaman belum bisa dilakukan dengan mudah. Petugas harus memastikan air benar-benar menjangkau titik panas yang berada di bawah timbunan material. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu, ketelitian, dan kesabaran.
"Memang butuh perjuangan keras dan kesabaran untuk memutus titik panas. Karena titik panas tertimbun di kedalaman permukaan, petugas harus benar-benar memastikan air menjangkau sampai ke kedalaman," jelas Pandu.
Selain kondisi titik panas yang berada di bawah timbunan, faktor angin masih menjadi kendala dalam proses pemadaman. Pada Sabtu siang ini, angin dilaporkan berembus ke arah barat dan utara Kota Malang. Kondisi angin tersebut menjadi perhatian petugas dalam mengantisipasi pergerakan asap maupun potensi penyebaran api.
Pandu menyebut penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama oleh sejumlah unsur. Tim gabungan yang diterjunkan meliputi Damkar Kota Malang, Damkar Kabupaten Malang, DLH Kota Malang dan Kabupaten Malang, BPBD Kota Malang dan Kabupaten Malang, Polresta Malang Kota, Dinas Kesehatan, serta para relawan.
"Akumulasi keseluruhan personel gabungan hari ini sebanyak 70 orang. Kami terus berupaya melakukan pembasahan dan memastikan titik-titik panas bisa diputus agar kebakaran tidak meluas," pungkasnya.
(abq/dpe)
