Korban Keenam Karhutla Bromo Meninggal Usai Dirawat 9 Hari

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 15:59 WIB
Korban keenam akibat karhutla Gunung Bromo/Foto: Istimewa
Probolinggo -

Korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Timur Mentigen Point, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, bertambah. Karyawan yang bekerja sebagai petugas keamanan Artotel, Suraji, meninggal dunia pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Suraji meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di RSUD Tongas hingga dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Dengan meninggalnya Suraji, total korban jiwa dalam peristiwa karhutla Bromo yang terjadi pada Kamis (15/10/2026) tersebut mencapai enam orang. Seluruh korban diketahui mengalami luka bakar saat berupaya memadamkan api di kawasan perbukitan tersebut.

Direktur RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo, dr. Catur Prangga Wadana, membenarkan kabar meninggalnya Suraji. Namun, ia mengaku belum menerima informasi terperinci mengenai waktu pasti maupun kondisi terakhir pasien sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Menurut dr. Catur, Suraji sebelumnya menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Dr. Soetomo. Kondisinya masih belum stabil meskipun telah menjalani operasi cangkok kulit untuk menangani luka bakar yang dialaminya.

"Terakhir setelah operasi cangkok kulit, kondisinya masih tidak stabil. Memang masuk ICU," ujar dr. Catur saat dikonfirmasi melalui ponselnya. Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan, para korban karhutla tersebut rata-rata mengalami luka bakar luas, lebih dari 50 persen pada tubuh. Selain luka bakar di berbagai bagian tubuh, cedera pada saluran pernapasan menjadi salah satu faktor yang memperberat kondisi para korban.

"Rata-rata semuanya mengalami luka bakar di seluruh tubuh, lebih dari 50 persen. Yang berat di saluran napas," jelasnya.

Kondisi luka bakar yang luas disertai gangguan pernapasan dapat memicu komplikasi serius, termasuk kegagalan multi-organ. Hal tersebut menjadi salah satu risiko yang dihadapi pasien dengan luka bakar berat.

Sebelumnya, korban lain bernama Munawi juga meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan. Meski sempat disebut memiliki kondisi yang lebih stabil, Munawi akhirnya mengembuskan napas terakhir sebelum Suraji.

Meninggalnya Suraji menambah daftar korban jiwa dalam insiden kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut. Yakni Sukaris, staf Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS); Hendra Rony Wagianta, staf TNBTS; Sefril Ardiansyah, karyawan ARTOTEL.

Lalu, Wisnu Yudha Pratama, karyawan Artotal; Munawi, relawan masyarakat mitra pemadam kebakaran hutan dan Suraji, petugas keamanan Artotel.

Keenam korban mengalami luka bakar saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Bukit Timur Mentigen Point, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Saat ini, korban Suraji, perjalanan pulang ke rumah duka, di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, untuk dimakamkan di tempat tinggalnya.

Atas meninggalnya Suraji, Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana menyampaikan belasungkawa mewakili seluruh civitas hospitalia RSUD Tongas.

"Kami sebagai Direktur RSUD Tongas, mewakili seluruh civitas hospitalia, mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Tuan Suraji, salah satu korban kebakaran di Bromo. Mudah-mudahan amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran atas musibah yang diterima," ungkapnya.

Ia juga berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi, sehingga tidak ada lagi korban jiwa akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo.



Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork