Udara Surabaya Keruh di Pagi Hari, Begini Kata BMKG Juanda

Udara Surabaya Keruh di Pagi Hari, Begini Kata BMKG Juanda

Nailul Hikmah - detikJatim
Sabtu, 24 Okt 2026 06:00 WIB
Foto kondisi udara di Surabaya yang viral di medsos
Foto kondisi udara di Surabaya yang viral di medsos/Foto: Dok. Istimewa
Surabaya -

Kondisi kualitas udara yang tidak sehat, kini masih menjadi sorotan masyarakat. Namun kondisi tersebut hanya terjadi di pagi hari, sedangkan di siang atau sore hari kualitas udara cukup normal atau sedang.

Ketua Tim Kerja Meteorologi (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) BMKG Juanda, Andrie Wijaya membenarkan bahwa kualitas udara di pagi hari memang tidak sehat atau terlihat keruh dibanding dengan kualitas udara di siang atau sore hari.

Andrie menyatakan, kualitas udara yang tidak sehat yang hanya terjadi di pagi hari disebabkan oleh inversi suhu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi kualitas udara yang terpantau tidak sehat di pagi hari ini di pengaruhi adanya inversi suhu," ujar Andrie saat dihubungi detikJatim, Sabtu (24/10/2026).

Pihaknya mengatakan bahwa inversi suhu merupakan kondisi ketika lapisan udara hangat berada di atas udara dingin.

ADVERTISEMENT

"Inversi suhu ini merupakan udara dingin yang terjebak oleh lapisan udara hangat yang berada di atasnya," katanya.

Hal ini membuat lapisan udara hangat bertindak seperti penghalang yang menghambat pergerakan udara ke atas. Polusi udara di pagi hari tidak terjebak di permukaan bumi sehingga kualitas udara menjadi tidak sehat.

"Jadi polusi udara di pagi hari tidak bisa naik dan kemudian terjebak maka dari itu udara pada pagi hari terpantau tidak sehat," ucap Andrie.

Menariknya, kualitas udara ini hanya terjadi di pagi hari dan tidak terjadi di siang atau sore hari. Padahal, seharusnya kualitas udara di siang atau sore hari bisa lebih tidak sehat karena banyak aktivitas di luar.

Rupanya, kualitas udara tidak sehat yang terjadi di pagi hari merupakan pola musiman yang hanya terjadi ketika musim kemarau atau peralihan musim.

"Pola udara seperti ini umum terjadi saat musim kemarau atau peralihan musim," pungkasnya.



(Eka Fitria Lusiana/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads