Pembentukan Satuan Tugas Pengawasan dan Penanganan Penyelundupan Benih Bening Lobster (Satgas P2BBL) oleh pemerintah pusat menuai beragam tanggapan dari pelaku usaha di daerah. Langkah ini diambil atas maraknya praktik penangkapan dan penyelundupan benur ilegal. Lantas bagaimana kata nelayan lokal?
Ketua Asosiasi Koperasi Nelayan Pencari Benih Bening Lobster Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Wawan, menyambut baik langkah tegas tersebut selagi bertujuan untuk kebaikan bersama.
"Saya senang dan menerima dengan baik pembentukan Satgas ini, selama tujuannya untuk kebaikan kita semua," ujar Wawan, Rabu (21/10/2026).
Meski demikian, Wawan menilai keberadaan Satgas P2BBL baru sebatas langkah alternatif dan belum menyentuh akar permasalahan. Selama regulasi lalu lintas BBL di dalam negeri masih diperbolehkan, celah untuk praktik penyelundupan dipastikan akan tetap terbuka.
"Selagi lalu lintas BBL di dalam negeri masih diperbolehkan dan BBL itu ada, potensi penyelundupan akan tetap ada. Pembentukan Satgas ini belum sepenuhnya menyelesaikan masalah dasar BBL," jelasnya.
Kondisi para pelaku bisnis dan nelayan BBL di Banyuwangi sendiri kian tertekan sejak moratorium ekspor diterapkan. Wawan mengungkapkan bahwa banyak pelaku usaha yang mengalami kerugian besar akibat penutupan jalur ekspor resmi tersebut.
"Kami tekor dan belum balik modal karena kebijakan penutupan ini. Harapan kami, pemerintah dapat kembali membuka kran ekspor secara legal yang sesuai dengan permintaan pasar," tambahnya.
Terkait skema penindakan hukum oleh Satgas P2BBL, pihak asosiasi berharap pemerintah lebih mengedepankan sanksi finansial ketimbang hukuman badan bagi para pelanggar.
"Harapan besar kami, para pelaku yang melanggar ditindak dengan denda administratif sebesar-besarnya, bukan hukuman pidana badan," pungkas Wawan.
Sementara mewakili suara nelayan pencari BBL di Pantrai Grajagan Banyuwangi, Soleh mengaku kebijakan penutupan kran ekspor tidak efektif lantaran praktik pengiriman BBL masih berlangsung masif. Ia berharap, keberadaan Satgas P2BBL dapat menghadirkan keadilan bagi nelayan.
"Ya semoga satgas ini memberikan keadilan bagi nelayan, karena meski ekspor ditutup itu faktanya masih tetap ada kiriman itu setiap hari," terangnya.
Ia menyebut, saat kiriman BBL dari Banyuwangi minim. BBL didapat dari NTB dan sekitarnya.
Simak Video "Menikmati Citarasa Kopi Hitam yang Khas di Banyuwangi"
(auh/dpe)