Kenapa Halloween Identik dengan Labu? Ini Sejarah Jack-o'-Lantern

Maratus Sholikah - detikJatim
Senin, 19 Okt 2026 11:00 WIB
Ilustrasi simbol Halloween. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Halloween identik dengan berbagai simbol menyeramkan, salah satunya labu yang diukir membentuk wajah dengan ekspresi menakutkan. Labu tersebut dikenal sebagai Jack-o'-Lantern, dan kini menjadi salah satu dekorasi yang tak terpisahkan dari perayaan Halloween.

Namun, mengapa labu bisa begitu identik dengan Halloween? Ternyata, tradisi Jack-o'-Lantern memiliki sejarah panjang yang berawal dari masyarakat Eropa, khususnya Irlandia. Menariknya, labu ternyata bukanlah sayuran yang pertama kali digunakan untuk membuat lentera tersebut.

Sejarah Jack-o'-Lantern dari Legenda Stingy Jack

Labu dengan wajah menyeramkan yang diterangi lilin menjadi salah satu tanda khas Halloween. Tradisi mengukir wajah pada sayuran ini dipercaya memiliki akar dari Irlandia. Dahulu, masyarakat setempat menggunakan lobak besar (turnip) sebagai bahan untuk membuat lentera, jauh sebelum labu dikenal seperti sekarang.

Tradisi tersebut juga berkaitan dengan cerita rakyat Irlandia tentang seorang pria bernama Stingy Jack. Dalam legenda tersebut, Jack dikenal sebagai sosok licik yang beberapa kali berhasil memperdaya iblis.

Lantern. Foto: Carnegie Museum of Natural History" title="Jack O' Lantern. Foto: Carnegie Museum of Natural History" class="p_img_zoomin" caption="Jack O' Lantern. Foto: Carnegie Museum of Natural History" />Jack O' Lantern. Foto: Carnegie Museum of Natural History Foto: Jack O' Lantern. (Foto: Carnegie Museum of Natural History)

Suatu ketika, Jack mengajak iblis minum bersamanya. Namun, sesuai julukannya, Jack tidak ingin membayar minuman tersebut. Ia kemudian meminta iblis mengubah dirinya menjadi sebuah koin agar bisa digunakan untuk membayar.

Setelah iblis berubah menjadi koin, Jack menyimpannya di dalam saku yang juga berisi salib sehingga iblis tidak dapat kembali ke wujud aslinya. Namun, Jack akhirnya membebaskan iblis dengan syarat bahwa ia tidak akan diganggu selama satu tahun, jika Jack meninggal, iblis tidak boleh mengambil jiwanya.

Pada tahun berikutnya, Jack kembali menipu iblis. Ia meminta iblis memanjat pohon untuk mengambil buah. Ketika iblis berada di atas pohon, Jack mengukir tanda salib pada batangnya sehingga iblis tidak bisa turun. Kali ini, Jack meminta agar dirinya tidak diganggu selama sepuluh tahun.

Tak lama kemudian, Jack meninggal dunia. Menurut legenda, ia tidak diterima di surga karena perbuatannya semasa hidup.

Iblis pun menolak memasukkannya ke neraka karena telah berjanji tidak mengambil jiwa Jack. Sebagai gantinya, Jack dikirim untuk mengembara dalam kegelapan hanya dengan sebuah bara api sebagai penerang jalan.

Jack kemudian memasukkan bara tersebut ke dalam lobak yang telah dilubangi. Sosok yang membawa lentera dari lobak itu kemudian dikenal dalam cerita rakyat Irlandia sebagai "Jack of the Lantern", yang lama-kelamaan berubah menjadi istilah "Jack-o'-Lantern."

Tradisi membuat lentera dari sayuran ini kemudian dibawa imigran Irlandia ke Amerika Serikat. Di Amerika, masyarakat menggunakan labu (pumpkin) yang lebih mudah ditemukan dan memiliki ukuran yang sesuai untuk diukir. Dari sinilah Jack-o'-Lantern menjadi salah satu simbol yang lekat dengan perayaan Halloween.

Tradisi Jack-o'-Lantern Menyebar ke Amerika

Di Irlandia dan Skotlandia, masyarakat mulai membuat lentera dengan mengukir wajah menyeramkan pada lobak (turnip), kemudian meletakkannya di dekat pintu atau jendela.

Lentera tersebut dipercaya dapat menakuti Stingy Jack dan roh jahat yang berkeliaran. Sementara itu, masyarakat Inggris menggunakan buah bit berukuran besar untuk tradisi serupa.

Ilustrasi Halloween (Foto: Freepik)

Ketika para imigran dari negara-negara tersebut datang ke Amerika Serikat, mereka turut membawa tradisi mengukir sayuran. Di Amerika, labu yang lebih besar dan mudah diukir digunakan sebagai bahan utama. Seiring waktu, kebiasaan mengukir labu pun semakin lekat dengan perayaan Halloween.

Labu Halloween bukan sekadar dekorasi dengan wajah menyeramkan. Jack-o'-Lantern memiliki sejarah yang panjang, mulai dari cerita rakyat tentang Stingy Jack hingga tradisi masyarakat Eropa yang menggunakan lobak, bit, dan sayuran lainnya sebagai lentera.

Ketika tradisi tersebut dibawa oleh para imigran ke Amerika Serikat, labu yang berukuran lebih besar dan mudah diukir kemudian menjadi pilihan utama. Dari perpaduan cerita rakyat, tradisi Eropa, dan perkembangan budaya Halloween di Amerika, Jack-o'-Lantern akhirnya dikenal salah satu simbol Halloween yang populer.



Simak Video "Video: Kepala Polisi Seoul Divonis 3 Tahun Bui Terkait Tragedi Itaewon"

(ihc/irb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork