Kopdes Merah Putih Kali Rungkut Belum Beroperasi, Ini Kendalanya

Muhammad Syihab Wafi, Diky Kurniawan Arief - detikJatim
Rabu, 07 Okt 2026 16:00 WIB
Kopdes Merah Putih di Surabaya/Foto: Diky Kurniawan Arief/detikJatim
Surabaya -

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap di Indonesia sejak 1 Oktober 2026. Namun, hingga kini, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Surabaya masih belum mulai beroperasi, salah satunya di Kali Rungkut.

Target operasional tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Pemerintah menyebut operasional KDKMP memang tidak dilakukan serentak, melainkan secara bertahap. Pemerintah juga menjadwalkan evaluasi tahap awal operasional pada 7 Oktober 2026.

Di Kali Rungkut, persiapan untuk menjalankan koperasi sebenarnya telah dilakukan. Manajer koperasi disebut sudah mulai bertugas sejak 1 Oktober dan telah berkoordinasi dengan aparatur kelurahan. Sejumlah sarana pendukung seperti rak, alat pemadam api ringan (APAR), dan kendaraan operasional juga telah tersedia.

Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Kali Rungkut, Muhammad Lutfi mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu tahapan lanjutan dari pemerintah pusat. Menurutnya, pengurus di tingkat kelurahan belum mendapatkan kepastian mengenai tahapan yang harus dilakukan sebelum koperasi dapat mulai beroperasi.

"Alasannya kita masih menunggu dari pusat. Operasi Kelurahan Merah Putih ini masih menunggu tahapannya," kata Lutfi saat ditemui di Kali Rungkut Selasa (6/10/2026).

Lutfi kembali menjelaskan, manajer koperasi sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Ia juga memastikan sarana dan prasarana untuk operasional gedung telah disiapkan.

"Manajernya sudah ada. Kemarin juga sudah berkenalan dengan aparatur. Untuk sarana dan prasarana, rak, pemadam, kendaraan, sudah siap," ujarnya.

Namun, kesiapan tersebut belum membuat koperasi dapat langsung membuka layanan kepada masyarakat. Salah satu kendalanya adalah produk yang akan dijual di gerai belum tersedia.

"Kalau untuk isinya belum. Kita masih menunggu barang. Katanya dari pusat, sekarang melalui Agrinas," jelasnya.

Lutfi mengatakan, suplai utama barang untuk Koperasi Merah Putih berasal dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Namun, hingga kini pihaknya belum mengetahui kapan barang tersebut akan didistribusikan.

"Kemaren juga saya tanyakan terkait progres kepada manager, sekarang masih dalam proses tahapan dari pemerintah pusat. Untuk barang-barangnya setahu saya dari Agrinas, kapan datangnya saya tidak tahu," ujar Lutfi.

Kondisi itu membuat pengurus di tingkat kelurahan belum mengetahui secara pasti kapan KKMP Kali Rungkut dapat mulai beroperasi. Bahkan, mekanisme dan jam operasional koperasi juga masih belum diketahui.

"Sampai sekarang saya juga belum tahu kapan. Kita masih menunggu perkembangan dan tahapan selanjutnya," katanya.

Di sisi lain, kondisi tersebut membuat masyarakat sekitar penasaran dengan keberadaan dan konsep Koperasi Merah Putih. Lutfi mengatakan warga cukup sering menanyakan kapan koperasi tersebut mulai dibuka.

"Masyarakat banyak yang bertanya mengenai jadwal pembukaan koperasi desa," kata Lutfi.

Menurut Lutfi, rasa penasaran warga juga muncul setelah mereka melihat berbagai informasi mengenai Koperasi Merah Putih di media sosial.

"Mereka melihat sosmed, banyak kabar yang bikin penasaran. Jadi mereka menunggu, seperti apa Kopdes yang sesungguhnya," ujarnya.

Lutfi berharap, Koperasi Merah Putih Kali Rungkut nantinya dapat menjadi percontohan bagi koperasi lain di Surabaya. Ia juga berharap pemerintah pusat, Dinas Koperasi, dan Agrinas dapat berkoordinasi agar pelaksanaan program di tingkat kelurahan berjalan jelas dan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kalau berbicara Surabaya, ini kan percontohan. Saya ingin pemerintah pusat, Dinas Koperasi, dan Agrinas bisa memahami semua ini agar Koperasi Kali Rungkut dan seluruh Surabaya ini dibuat semaksimal mungkin demi kepentingan masyarakat," bebernya.

Ia juga berharap adanya pertemuan antara petugas di lapangan, pemerintah pusat, dan pihak Agrinas sehingga pengurus di tingkat kelurahan dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat.

"Ayo kita dipertemukan dengan pihak Agrinas, agar kita yang dibawah tidak bertabrakan dengan masyarakat," katanya.

"Masyarakat banyak yang tanya, kita tidak tahu mau jelasin bagaimana, karena untuk Kopdes dari pemerintah pusat. Jadi kalau bisa kita dipertemukan agar yang dibawah bisa memberikan penjelasan ketika ada pertanyaan," katanya.

Menurut Lutfi, pada akhirnya keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Program ini untuk masyarakat, semoga nanti ketika sudah berjalan, akan menyejahterakan masyarakat," pungkas Lutfi.


Salah satu warga Kali Rungkut, Saiful (55), membenarkan banyak warga yang menantikan koperasi tersebut beroperasi. Ia mengaku penasaran dengan produk yang nantinya dijual, termasuk harga kebutuhan pokok.

"Saya penasaran apa yang dijual, harganya gimana, lebih murah atau mahal. Selama ini kita masih menunggu itu," kata Saiful.

Konsep Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri diharapkan dapat menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau. Menteri Koperasi Ferry Juliantono sebelumnya menyampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6/2026), bahwa koperasi tersebut diharapkan dapat menjual barang lebih murah dibandingkan harga pasar atau minimarket.

Bagi Saiful, salah satu hal yang akan dilihat masyarakat adalah harga kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

"Seperti LPG 3 KG, di toko-toko sekarang Rp20.000, ada beras, minyak juga. Nanti kita lihat Kopdes, bisa jual di bawahnya atau tidak," katanya.

Selain sembako, Saiful juga menantikan keberadaan produk UMKM lokal serta layanan simpan pinjam di Koperasi Merah Putih.

"Kita juga pengen lihat, nanti bagaimana prosedurnya dan produknya, apakah seperti Bank BRI, Bank Jatim atau bagaimana," katanya.



Simak Video "Video: Ribuan Masyarakat Jember Gelar Aksi Dukung MBG-Koperasi Merah Putih "

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork