Langkah progresif ditunjukkan oleh Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Banyuwangi. Tak sekadar membangun jaringan rantai pasok fisik, asosiasi ini resmi mengadopsi teknologi penyiaran digital berbasis streaming melalui peluncuran Radio Koperasi Merah Putih, yang sudah diresmikan pada Rabu (22/7/2026) lalu oleh Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari.
Inovasi penyiaran kekinian ini digagas sebagai instrumen transparansi harga dan efisiensi rantai pasok ekonomi warga desa. Menariknya, platform penyiaran ini langsung bermigrasi ke ekosistem digital melalui laman resmi radiomerahputih.com dan langsung berjejaring dengan agregator radio streaming internasional Radio Gardan, meninggalkan cara-cara penyiaran radio analog konvensional.
Ketua Asosiasi KDKMP Banyuwangi Imam Maskun menjelaskan, keberadaan radio digital ini dirancang sebagai jembatan komunikasi interaktif antara pengurus koperasi, anggota, dan konsumen secara real-time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Radio ini kami fungsikan sebagai papan informasi digital interaktif. Setiap hari, daftar harga kebutuhan pokok dan ketersediaan stok barang di KDKMP akan diperbarui. Masyarakat bisa memantau referensi harga pasar secara langsung dari gawai mereka," ujar Imam, Sabtu (1/8/2026).
Penggunaan teknologi audio streaming ini dinilai sangat relevan dengan pola konsumsi informasi masyarakat modern, sekaligus memangkas asimetri informasi harga bahan pangan yang kerap merugikan petani maupun konsumen di tingkat tapak. Imam menyebut, Peluncuran radio koperasi merah putih yang diklaim sebagai satu-satunya di Indonesia ini disaksikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari.
Dalam siaran perdana, Muhammad Qodari sempat memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi sektor koperasi dan penyiaran digital berbasis komunitas di Banyuwangi yang digagas secara mandiri tanpa campur tangan pemerintah.
Qodari menilai model integrasi teknologi komunikasi dalam pengelolaan koperasi ini layak direplikasi secara nasional sebagai blueprint modernisasi koperasi Indonesia. Strategi ini menjadi medium bursa informasi harga, literasi keuangan, dan edukasi perkoperasian. Bahkan, dari sini Bakom RI berniat merumuskan skema penguatan jaringan radio digital komunitas agar dapat diadopsi oleh ribuan KDKMP di wilayah lain.
"Ini bukan sekadar medium penyiaran biasa, melainkan alat integrasi ekonomi. Informasi harga dan distribusi barang menjadi lebih transparan. Nanti saya akan mengomunikasikan apa yang saya temukan di Banyuwangi kepada Menteri Koperasi untuk bisa difasilitasi, juga kepada Agrinas Pangan yang sangat terlibat dalam tahapan awal pembuatan Koperasi Merah Putih ini," tegas Qodari.
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno memaparkan, modernisasi penyiaran ini diimbangi dengan percepatan pembangunan fisik KDKMP. Dari total 217 desa/kelurahan di Banyuwangi sudah ada 17 yang beroperasi, 136 tengah proses dibangun dan telah memiliki akta pendirian, serta 61 KDKMP yang pembangunannya sudah mencapai 100 persen.
"Pemkab Banyuwangi terus memantau perkembangan pembangunan KDKMP melalui data yang diperoleh dari Kodim serta melakukan pendampingan bersama calon manajer koperasi," ucapnya.
Integrasi antara kesiapan fisik toko koperasi dan saluran radio digital ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan krusial seperti kelancaran distribusi komoditas bersubsidi (LPG, beras, dan minyak goreng) agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan bagi warga desa.
