Ratusan peternak telur ayam dari Blitar Raya berangkat menuju DPR RI, Jakarta. Peternak hendak mengadu langsung kepada anggota dewan, tentang keadaan peternak telur ayam yang makin terhimpit.
Pantauan detikJatim, ratusan peternak berkumpul di simpang empat Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Dua unit bus besar disiapkan untuk membawa para peternak ke Jakarta. Rombongan peternak berangkat dari titik kumpul tersebut sekitar pukul 15.30 WIB.
"Kami menerima informasi dari Asosiasi itu kemarin, kami akan ke DPR RI langsung. Yang jelas posisi kami para peternak saat ini menjerit," kata Koordinator Peternak dari Blitar, Rio Yudistira kepada detikJatim, Selasa (6/10/2026).
Rio menyebut ada sejumlah tuntutan yang akan disampaikan kepada DPR RI. Salah satunya yakni meminta pemerintah untuk mengatasi kelangkaan jagung yang berpengaruh pada pakan ternak.
Selain itu, peternak meminta agar pemerintah peduli terhadap kestabilan harga telur. Menurutnya, harga telur telah hancur selama hampir 6 bulan terakhir.
"Dari kandang itu harganya hanya Rp 20 ribu per kilogram, atau bisa kurang dari itu. Sedangkan HAPnya sekitar Rp 24 ribu per kilogram. Kami meminta agar pemerintah peduli, karena peternak juga bertanggungjawab dengan nasib anak buah kandang kami yang punya keluarga," jelasnya.
Lanjutnya, pemerintah harusnya dapat menyerap produksi telur ayam dengan baik. Misalnya melalui program nasional yang dapat menyerap hasil telur ayam peternak rakyat.
"Besok itu kami istilahnya rapat dengar pendapat dengan DPR RI. Intinya kami memperjuangkan ke pusat," katanya.
Rio menyebut ada sekitar 500 orang peternak dari wilayah Blitar yang ikut berangkat ke Jakarta. Terdiri dari perwakilan peternak dari sejumlah Kecamatan, seperti dari Ponggok, Srengat, Kademangan dan sebagainya.
"Dari Blitar itu totalnya ada sekitar 500 orang, dengan 8 unit-10 unit bus. Kalau dari wilayah sini 2 unit. Setelah ini berangkat, di sana juga akan bersama peternak lain dari sejumlah daerah/provinsi lain," tandasnya.
Simak Video "Video Pengendara Nekat Lintasi Jembatan Ambles di Blitar"
(auh/abq)