Peternak Blitar Bagi-bagi 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok

Peternak Blitar Bagi-bagi 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok

Fima Purwanti - detikJatim
Senin, 01 Jun 2026 13:13 WIB
Peternak ayam dari Blitar Raya membagikan telur gratis kepada warga sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga telur di tingkat peternak, Senin (1/6/2026).
Peternak Blitar bagi-bagi telur gratis (Foto: Fima Purwanti/ detikjatim)
Blitar -

Ratusan peternak ayam dari eks Karesidenan Kediri membagikan satu juta butir telur ayam secara cuma-cuma di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar. Aksi yang diserbu ribuan warga tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak.

Pantauan detikJatim, ratusan mobil pikap yang mengangkut telur ayam kemasan berjajar di lokasi aksi. Ribuan warga telah memadati area pembagian telur sejak pagi hari. Namun, kegiatan baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan penyampaian orasi dari perwakilan peternak.

Orasi dilakukan di bawah patung Bung Karno. Dalam aksi tersebut, para peternak meminta Pemerintah Kabupaten Blitar membantu mencarikan solusi agar harga telur ayam kembali stabil setelah terus mengalami penurunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peternak kemudian ditemui langsung oleh Bupati Blitar Rijanto dan Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah. Pemerintah daerah berjanji akan memperhatikan kondisi peternak serta berupaya membantu menjaga stabilitas harga telur ayam.

"Saya mewakili dari teman-teman peternak di Blitar Raya, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek ini menyuarakan harga telur yang blondot (hancur). Sementara itu ternyata harga pakan naik. Nah, ini yang menjadikan kami semakin hari semakin tidak berdaya," kata salah satu perwakilan peternak, Suyanto, kepada wartawan usai aksi, Senin (1/6/2026).

ADVERTISEMENT

Suyanto menyebut, para peternak juga semakin khawatir dengan rencana Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yang akan menggandeng investor asing untuk usaha budidaya ternak. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mengancam keberlangsungan peternak lokal berskala mikro.

"Rencana itu akan mengancam kami sebagai peternak mikro bisa gulung tikar. Makanya kami di sini protes dengan membagikan telur ayam kepada masyarakat, agar pemerintah tahu apa yang kami alami," terangnya.

Ia menjelaskan, saat ini harga telur ayam di tingkat peternak hanya berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu per kilogram. Padahal, harga pokok produksi (HPP) berada di kisaran Rp 23 ribu hingga Rp 24 ribu per kilogram.

"Per kilonya kami sudah rugi Rp 2 ribu per kilogram. Kami sebenarnya difasilitasi oleh dinas untuk bisa memasok ke Bulog atau dikirim ke luar pulau agar bisa meningkatkan harga. Tapi belum, masih sebatas diskusi," jelasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Blitar Rijanto mengatakan pihaknya akan membantu menyampaikan keluhan para peternak kepada pemerintah pusat. Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami para peternak akibat anjloknya harga telur.

"Kalau kelamaan, Kabupaten Blitar sebagai penghasil telur terbesar bisa buyar. Jadi jangan sampai peternak ini kolaps. Semoga harganya bisa sesuai," katanya.

Rijanto menambahkan, Pemkab Blitar akan berupaya mengusulkan berbagai langkah kepada pemerintah pusat untuk membantu penyerapan hasil produksi peternak. Salah satunya melalui program-program nasional yang membutuhkan pasokan telur dalam jumlah besar.

"Termasuk tuntutan ini dapat diserap program nasional. Seperti yang disampaikan Pak Wabup, misalnya pada program MBG melalui KDMP dapat menyerap telur dari peternak lokal agar harganya dapat stabil," tandasnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads