Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten (KBPPPA) Gresik memberi atensi kasus santri difabel yang dilakukan seniornya. Pihak KBPPPA kini memberikan pendampingan dan sekolah baru bangi korban.
Kepala KBPPPA Pemkab Gresik, dr Titik Ernawati membenarkan memang ada aksi perundungan. Ia lantas meluruskan bahwa korban berinisial D bukan berusia 15 tahun, tapi 17 tahun. "Pelaku masih berusia 15 tahun," ujar dr Titik kepada detikJatim, Senin (28/9/2026).
dr Titik juga membenarkan informasi bahwa selain mendapat perundungan, korban juga sering disundut dengan rokok dan diminta pelaku untuk mencuci bajunya. Jika tidak mau mencuci baju, korban dipastikan akan dihajar pelaku puncaknya disterika oleh pelaku.
Akibat perundungan tersebut, korban kini masih trauma berat. Korban kemudian enggan kembali ke pondok dan sekolah. Saat ini, pihak KBPPPA tengah mencarikan sekolah lain untuk korban.
"Trauma berat, makanya gak mau mondok dan sejolah di situ lagi. Ini kami upayakan cari sekolah lain," tutur dr Titik.
Sebelumnya, sebelumnya, Sebuah unggahan foto yang menampilkan santri di Kecamatan Dukun, Gresik babak belur jadi korban perundungan dan penganiayaan seniornya viral di media sosial. Ironisnya, korban merupakan difabel.
Dalam unggahan yang beredar tampak korban mengalami luka bakar di punggung dan tangannya akibat disetrika oleh seniornya lalu lebam di leher dan sekujur tubuhnya. Ironisnya, para pelaku atau senironya malah dilindungi oleh pihak pondok pesantren (ponpes).
"Warga IG mau berbagi kisah pembulian nih di salah satu pondok yang ada di Kota Gresik. Nah korbannya ini anak disabilitas, eh pihak pondok disamperin sama keluarga malah pelakunya dilindungi," demikian keterangan yang dikutip detikJatim dan telah diizinkan dari pengunggah.
"Secara si korban ini pendiam terus jalannya aja agak gak jangkep, terus ngomongnya juga terbatas mana bisa menyetrika diri sendiri itu," demikian keterangan dalam foto yang beredar," imbuh keterangan selanjutnya.
Unggahan foto tersebut kemudian mendapat berbagai komentar dari warganet yang mengaku sebagai saudaranya. salah satunya keluarga korban dengan nama akun Ziya. Ia mengaku sebagai saudara korban yang diketahui berinisial D.
"Kebetulan itu saudaraku, kata korban sudah 2x dia disetrika. Pertama kena kuping pelipis. Kedua kaya yg difoto itu," demikian keterangan Ziya.
Ziya mengungkapkan, selama ini korban tidak berani menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga. Bahkan, saat keluarga datang menjenguk ke pondok, korban juga tidak berani bercerita.
"Korban gaberani cerita ke keluarga. Kejadiannya Kamis (24/9), Jumat mbaknya sambang ke pondok juga ga bilang kalau habis disetrika. Senin pengurus pondok hubungi keluarga kalau badannya panas disuruh jemput ke pondok," jelasnya.
Karena merasa curiga, ibu korban pun melihat tangan korban ada luka bakar. Betapa kaget ibu korban saat membuka baju dan menemukan luka bakar di bagian punggungnya.
"Emaknya liat ditangan ada luka terus disuruhlah sama emak buka bajunya.
Dan menjerit semua keluargaa," imbuh Ziya.
Mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan, keluarga korban sempat mendatangi pondok. Namun, bukan kejelasan yang didapatkan, malah pihak pondok membela pelaku dan saling menyalahkan.
"Paginya semua keluarga ke pondok tapi gak ada ketegasan dari pondok. Malah saling menyalahkan," tuturnya.
Simak Video " Video ASN Gresik Terseret Kasus Penipuan CPNS, Polisi Turun Tangan "
(irb/abq)