D (15), santri difabel di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik jadi korban penganiayaan seniornya dengan disetrika di punggung dan tangannya. Akibatnya, kini korban trauma dan enggan kembali ke pondok pesantren (ponpes) lagi.
"Korban trauma pol. Di depan pondok aja dia nangis," kata tetangga korban yang enggan disebutkan namanya kepada detikJatim, Sabtu (26/9/2026).
Meski telah menganiaya korban dengan keji, para pelaku atau seniornya malah mendapat pembelaan dari pengasuh ponpes. Mereka juga diketahui masih berada di ponpes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, pelaku bebas gak ada hukuman apa-apa, tetap mondok juga. Waktu saya datangi korban itu bener-bener kasian, wes bener-bener gak mau mondon anaknya," terangnya.
Bukan tanpa sebab korban mengalami trauma di lingkungan ponpes. Sebab perundungan yang dialami korban diduga telah dilakukan berkali-kali. Puncaknya korban disetrika.
"Itu kayaknya beberapa kali. Yang pertama itu katanya kena pelipis telinga. Korban juga tak pernah menceritakan apa yang dialaminya kepada pihak keluarga," tuturnya.
Sebelumnya, sebuah unggahan foto yang menampilkan santri di Kecamatan Dukun, Gresik babak belur jadi korban perundungan dan penganiayaan seniornya viral di media sosial. Ironisnya, korban merupakan difabel.
Dalam unggahan yang beredar tampak korban mengalami luka bakar di punggung dan tangannya akibat disetrika oleh seniornya lalu lebam di leher dan sekujur tubuhnya. Ironisnya, para pelaku atau senironya malah dilindungi oleh pihak pondok pesantren (ponpes).
"Warga IG mau berbagi kisah pembulian nih di salah satu pondok yang ada di Kota Gresik. Nah korbannya ini anak disabilitas, eh pihak pondok disamperin sama keluarga malah pelakunya dilindungi," demikian keterangan yang dikutip detikJatim dan telah diizinkan dari pengunggah.
"Secara si korban ini pendiam terus jalannya aja agak gak jangkep, terus ngomongnya juga terbatas mana bisa menyetrika diri sendiri itu," demikian keterangan dalam foto yang beredar," imbuh keterangan selanjutnya.
Unggahan foto tersebut kemudian mendapat berbagai komentar dari warganet yang mengaku sebagai saudaranya. salah satunya keluarga korban dengan nama akun Ziya. Ia mengaku sebagai saudara korban yang diketahui berinisial D (15).
"Kebetulan itu saudaraku, kata korban sudah 2x dia disetrika. Pertama kena kuping pelipis. Kedua kaya yg difoto itu," demikian keterangan Ziya.
