Viral Santri Difabel di Gresik Disetrika Senior hingga 2 Kali

Viral Santri Difabel di Gresik Disetrika Senior hingga 2 Kali

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Sabtu, 26 Sep 2026 20:05 WIB
Santri difabel disterika senior
Foto santri difabel disterika senior di Gresik (Foto: Dok. Istimewa)
Gresik -

Sebuah unggahan foto yang menampilkan santri di Kecamatan Dukun, Gresik babak belur jadi korban perundungan dan penganiayaan seniornya viral di media sosial. Ironisnya, korban merupakan difabel.

Dalam unggahan yang beredar tampak korban mengalami luka bakar di punggung dan tangannya akibat disetrika oleh seniornya lalu lebam di leher dan sekujur tubuhnya. Ironisnya, para pelaku atau senironya malah dilindungi oleh pihak pondok pesantren (ponpes).

"Warga IG mau berbagi kisah pembulian nih di salah satu pondok yang ada di Kota Gresik. Nah korbannya ini anak disabilitas, eh pihak pondok disamperin sama keluarga malah pelakunya dilindungi," demikian keterangan yang dikutip detikJatim dan telah diizinkan dari pengunggah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara si korban ini pendiam terus jalannya aja agak gak jangkep, terus ngomongnya juga terbatas mana bisa menyetrika diri sendiri itu," demikian keterangan dalam foto yang beredar," imbuh keterangan selanjutnya.

ADVERTISEMENT

Unggahan foto tersebut kemudian mendapat berbagai komentar dari warganet yang mengaku sebagai saudaranya. salah satunya keluarga korban dengan nama akun Ziya. Ia mengaku sebagai saudara korban yang diketahui berinisial D (15).

"Kebetulan itu saudaraku, kata korban sudah 2x dia disetrika. Pertama kena kuping pelipis. Kedua kaya yg difoto itu," demikian keterangan Ziya.

Ziya mengungkapkan, selama ini korban tidak berani menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga. Bahkan, saat keluarga datang menjenguk ke pondok, korban juga tidak berani bercerita.

"Korban ga berani cerita ke keluarga. Kejadiannya Kamis (24/9), Jumat mbaknya sambang ke pondok juga ga bilang kalau habis disetrika. Senin pengurus pondok hubungi keluarga kalau badannya panas disuruh jemput ke pondok," jelasnya.

Karena merasa curiga, ibu korban pun melihat tangan korban ada luka bakar. Betapa kaget ibu korban saat membuka baju dan menemukan luka bakar di bagian punggungnya.

"Emaknya liat di tangan ada luka terus disuruhlah sama emak buka bajunya. Dan menjerit semua keluarga," imbuh Ziya.

Mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan, keluarga korban sempat mendatangi pondok. Namun, bukan kejelasan yang didapatkan, malah pihak pondok membela pelaku dan saling menyalahkan. Para pelaku juga telah berusia sekitar 18 tahun dan 19 tahun.

"Paginya semua keluarga ke pondok tapi gak ada ketegasan dari pondok. Malah saling menyalahkan," tuturnya.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads