Kemacetan panjang terjadi di jalur Ketapang-Gilimanuk, Banyuwangi dalam sebulan terakhir. Kondisi ini menyita perhatian terkait penanganan antrean yang dinilai memerlukan langkah teknis dan tepat sasaran.
Pengamat Transportasi sekaligus alumnus Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Ali Ruchi mengungkapkan, kunci utama penanganan antrean kendaraan adalah mengoptimalkan kapal yang tersedia di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, bukan sekadar menambah unit kapal besar.
Ia menyebut, jumlah operasional bisa ditambah hingga sembilan trip per kapal. Kemudian, memangkas rata-rata waktu bongkar muat dari 8 menit menjadi 6-7 menit di dermaga MB, dan 10-11 menit di dermaga LCM.
"Skenario ini dirancang untuk memangkas turnaround time kapal, sehingga jumlah total pergerakan atau trip harian otomatis meningkat tanpa perlu memicu kepadatan baru di alur pelayaran, skema ini sudah pernah dilakukan sekitar tahun 2016 saat LCT dilarang beroperasi," terang Ali, Sabtu (19/9/2026).
Ali juga menyoroti langkah ASDP dengan menambah kapal kapasitas besar seperti Portlink dan Jatra. Menurutnya, solusi ini kurang efektif jika tanpa disertai peningkatan trip kapal. Apalagi kapasitas kapal yang dioperasikan juga harus mampu menampung muatan 50 ton ke atas.
"Kehadiran kapal berukuran sangat besar berpotensi menyita alokasi waktu sandar dan ruang alur, yang justru memangkas frekuensi trip kapal-kapal kecil dan sedang yang selama ini beroperasi di alur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk," tambah Mantan Kepala Seksi Perhubungan Laut dan Udara Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi tersebut.
Selain itu, Ali mengkritik pengerjaan revitalisasi dermaga yang dilakukan bersamaan dengan pembangunan dermaga baru. Ia menilai langkah simultan ini yang memicu penyumbatan (bottleneck) kendaraan selama satu bulan terakhir di pelabuhan.
Di sisi lain, revitalisasi dermaga perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas agar mampu menampung kendaraan dengan muatan 50 ton ke atas.
"Pemerintah dan pengelola pelabuhan seharusnya menentukan skala prioritas. Fokuskan dahulu penyelesaian revitalisasi dermaga yang ada, atau tuntaskan pembangunan dermaga baru secara bertahap. Jika dikerjakan serentak, kapasitas sandar merosot tajam dan dampaknya adalah antrean panjang yang kita lihat belakangan ini," tegasnya.
Simak Video "Video Situasi Pelabuhan Ketapang di H+3 Lebaran"
(irb/hil)