Strategi ASDP Atasi Macet Horor Ketapang-Gilimanuk

Strategi ASDP Atasi Macet Horor Ketapang-Gilimanuk

Eka Rimawati - detikJatim
Sabtu, 19 Sep 2026 19:30 WIB
Pola operasional kapal di pelabuhan Ketapang Banyuwangi oleh ASDP
Pola operasional kapal di pelabuhan Ketapang Banyuwangi oleh ASDP (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan 24 kapal untuk mengurai antrean panjang kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Jumat (18/9/2026). Langkah ini diambil dengan penyesuaian pola operasi yang adaptif terhadap kondisi cuaca dan pasang surut air laut.

Kepadatan yang masih terjadi di Pelabuhan Ketapang merupakan akumulasi kendaraan dari periode sebelumnya. Untuk mempercepat penguraian, ASDP menerjunkan 22 kapal reguler dan dua kapal perbantuan kapasitas besar, yakni KMP Jatra I dan KMP Portlink VII.

"Fokus kami saat ini adalah menjaga produktivitas kapal dan dermaga agar kendaraan yang telah mengantre dapat diseberangkan secara konsisten," ujar Corporate Secretary ASDP Windy Andale, Sabtu (19/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Windy menjelaskan, produktivitas penyeberangan sangat bergantung pada siklus bongkar muat, proses manuver sandar, serta dinamika arus laut. Meski cuaca di Selat Bali terpantau cerah berawan dengan gelombang relatif aman (0,1-0,5 meter), faktor angin dan arus tetap diperhitungkan secara ketat.

Seluruh operasional kapal disebar di beberapa fasilitas dermaga, diantaranya Dermaga MB 1: 5 kapal reguler, Dermaga MB 3: 5 kapal reguler, Dermaga MB 4: 3 kapal reguler & 2 kapal perbantuan (KMP Jatra I & KMP Portlink VII) dan Dermaga LCM: 9 kapal reguler.

ADVERTISEMENT

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menegaskan, pola operasi bersifat dinamis dan dievaluasi berkala bersama KSOP serta BPTD. Jika arus atau pasang surut menyulitkan proses sandar, skema operasional langsung disesuaikan.

"Kami memanfaatkan setiap momentum cuaca yang mendukung untuk mempercepat bongkar muat. Namun, keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas yang tidak bisa dikompromikan," tegas Media.

ASDP mengimbau para pengguna jasa untuk menyimak informasi resmi kondisi pelabuhan dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran arus lalu lintas.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads