detikBali

Kapal Sulit Sandar gegara Air Laut Surut, Antrean di Gilimanuk Mengular

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kapal Sulit Sandar gegara Air Laut Surut, Antrean di Gilimanuk Mengular


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk dampak pengerjaan revitalisasi Dermaga MB II, Rabu (16/9/2026).
Foto: Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk dampak pengerjaan revitalisasi Dermaga MB II, Rabu (16/9/2026). (Istimewa)
Jembrana -

Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, masih terus terjadi hingga Rabu (16/9/2026) sore. Antrean kendaraan ini diperparah oleh fenomena surutnya air laut yang menyulitkan kapal untuk bersandar, di samping adanya pengerjaan proyek revitalisasi dermaga.

Berdasarkan data yang didapatkan detikBali pada Rabu (16/9/2026) pukul 17.30 Wita, ekor antrean kendaraan di jalur utama Denpasar-Gilimanuk sudah mengular hingga sekitar 1,9 kilometer dari area pelabuhan. Sementara untuk jalur Gang 1, antrean mengular hingga ke belakang Masjid Gilimanuk atau sekitar 1,1 kilometer dari pelabuhan.

Guna mengurai kepadatan, sebanyak 26 armada kapal dikerahkan dengan pola operasional 8 trip. Perinciannya, 14 kapal beroperasi di Dermaga Movable Bridge (MB), 8 kapal di Dermaga Landing Craft Machine (LCM), serta 4 kapal perbantuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, menjelaskan lonjakan antrean kendaraan biasanya mulai terjadi menjelang malam hari dan baru terurai pada pagi harinya. Selain itu, antrean kendaraan ini didominasi oleh kendaraan logistik atau truk-truk besar.

ADVERTISEMENT

"Semakin malam pasti semakin panjang (antrean). Namun pagi hari antrean pasti terurai," ungkap Murdiasa saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (16/9/2026).

Murdiasa menambahkan pemicu utama penumpukan kendaraan ini adalah proyek pengerjaan revitalisasi Dermaga MB 2 untuk peningkatan kapasitas pelabuhan.

Di sisi lain, Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Bintang Felfian, menyebut kondisi cuaca juga memegang peranan besar terhadap keterlambatan proses bongkar muat. Surutnya air laut membuat armada kapal kesulitan bersandar, terutama di Dermaga LCM.

"Betul, beberapa hari terakhir kejadian surut cukup tinggi jadi kapal sulit sandar," kata Bintang.

Pihak ASDP pun mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk tetap tertib, waspada, dan bersabar selama berada di area antrean penyeberangan Gilimanuk.

"Pastikan pengguna jasa untuk menyiapkan tiket penyeberangan sebelum memasuki areal pelabuhan," tandas Bintang.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads