Demo Mahasiswa UINSA Tolak Muzakki Jadi Rektor 2 Periode

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 16 Sep 2026 11:06 WIB
Demo mahasiswa UINSA/Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Surabaya -

Ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali menggeruduk gedung rektorat, Rabu (16/9/2026). Mereka menolak Akh. Muzakki kembali menjabat sebagai rektor dan mendesak Muzakki turun dari jabatannya.

Para mahasiswa menilai, dua periode kepemimpinan Muzakki belum membawa perubahan yang baik bagi mahasiswa dan juga kampus

Aksi kali ini berlangsung sehari setelah Muzakki dilantik sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030 oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Selasa (15/9/2026). Penolakan terhadap Muzakki sebelumnya juga disuarakan mahasiswa dalam aksi pada 15 Juli 2026, ketika mereka meminta transparansi dalam proses pemilihan rektor.

Dari pantauan detikJatim, massa aksi datang ke depan gedung rektorat dengan mengenakan pakaian hitam. Mereka membentangkan banner dan membawa sejumlah poster berisi kritik serta tuntutan terhadap kepemimpinan kampus.

Mahasiswa kemudian berorasi secara bergantian di depan gedung rektorat. Mereka juga melakukan aksi membakar ban di depan kampus, sementara sejumlah mahasiswa duduk di aspal di tengah cuaca panas.

Aksi tersebut membuat ruas jalan di depan kampus menyempit, tetapi kendaraan seperti mobil, sepeda motor, hingga Suroboyo Bus masih dapat melintas. Massa awalnya hanya dapat menyampaikan aspirasi dari balik pagar karena gerbang rektorat ditutup dan dijaga petugas keamanan kampus.

Setelah lebih dari satu jam berorasi tanpa ditemui pihak rektorat, massa kemudian mendobrak pagar dan terjadi aksi saling dorong. Mahasiswa berusaha masuk ke gedung rektorat untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pihak kampus.

Salah satu mahasiswa, Micle mengatakan, penolakan terhadap Muzakki kembali menjabat rektor berkaitan dengan sejumlah persoalan yang menurut mahasiswa dirasakan selama kepemimpinannya. Ia menyinggung persoalan dana, jas almamater mahasiswa baru, hingga biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).

"Menolak Muzzaki jadi rektor lagi karena banyak masalah. Seperti uang tiba-tiba menghilang, jas untuk maba katanya baru 50% jadi atau 3.000 jas almamater, bahkan UKT banyak yang mahal. Kalau saya kena UKT Rp 7 juta maba dari FEBI," ujar Micle.

Menurut Micle, persoalan tersebut menjadi alasan mahasiswa kembali menyampaikan penolakan terhadap Muzakki. Ia berharap tuntutan mahasiswa mendapat perhatian dari pihak kampus.

Keluhan juga disampaikan Alex, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Ia menyoroti persoalan buku atau bahan pembelajaran dari fakultas yang menurutnya hingga kini belum diterima.

"Buku belum, kayak buku LKS dari fakultas itu belum sampai sekarang. Maunya mengganti atau membatalkan Rektor Muzzaki," tambah Alex, maba dari FEBI.

Aspirasi tersebut menjadi bagian dari kritik mahasiswa terhadap pelayanan yang mereka rasakan di lingkungan kampus. Dalam aksi kali ini, mahasiswa menggabungkan sejumlah persoalan tersebut dengan tuntutan penolakan terhadap Muzakki sebagai rektor.

Selain membakar ban, situasi aksi juga diwarnai pecahnya sebuah pot bunga yang kemudian diletakkan di depan kaca pintu masuk gedung rektorat. Aksi tersebut berlangsung ketika massa berusaha mendekati dan masuk ke area gedung setelah sebelumnya berorasi dari balik pagar.

Aksi hari ini bukan kali pertama mahasiswa UINSA menyampaikan penolakan terhadap Muzakki. Pada 15 Juli 2026, puluhan mahasiswa juga menggelar aksi di depan kampus dan mendesak Muzakki yang saat itu menjabat sebagai Plt Rektor untuk mundur dari jabatan tersebut.

Dalam aksi sebelumnya, mahasiswa antara lain mempersoalkan mekanisme pemilihan rektor dan meminta proses tersebut lebih transparan. Mereka juga meminta porsi suara sivitas akademika dalam pemilihan rektor diperbesar.



Simak Video "Video: Demonstran Gabungan dari Trisakti dan Esa Unggul Orasi di Depan DPR"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork