Aksi penolakan Prof Akh. Muzakki untuk kembali menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya diwarnai aksi bakar-bakar dan geber motor. Ribuan mahasiswa sempat menduduki gedung rektorat untuk menunggu kedatangan Muzakki, tetapi sekitar 30 menit kemudian sebagian besar mahasiswa keluar dan melanjutkan aksi di depan gedung.
Pantauan detikJatim, sekitar pukul 11.00 WIB, ratusan mahasiswa masuk ke gedung rektorat. Mereka berniat menunggu Muzakki yang diharapkan datang ke kampus untuk menemui massa aksi.
Sekitar pukul 11.30 WIB, sebagian besar mahasiswa kemudian keluar dari gedung rektorat. Saat berada di luar, sejumlah mahasiswa membakar kardus bekas minuman sehingga asap hitam membumbung dan sempat mengganggu jarak pandang di sekitar lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demo Mahasiswa UINSA Surabaya Foto: Esti Widiyana |
Aksi juga diwarnai suara geberan sepeda motor. Sekitar dua motor terlihat menggeber di depan gedung rektorat ketika api masih menyala dan terus diberi bahan untuk dibakar, sementara sejumlah sepeda motor lainnya turut menggeber di area kampus.
Muzakki diketahui tidak berada di kampus saat aksi berlangsung. Meski demikian, ribuan mahasiswa masih bertahan dan berharap Muzakki datang untuk menemui mereka.
Saat dihubungi detikJatim, Muzakki belum memberikan respons. Pihak rektorat juga belum memberikan keterangan kepada awak media terkait aksi penolakan tersebut.
Salah satu mahasiswa, Micle mengatakan, penolakan terhadap Muzakki untuk kembali menjabat sebagai rektor berkaitan dengan sejumlah persoalan yang menurut mahasiswa terjadi selama masa kepemimpinannya. Ia menyinggung persoalan dana, jas almamater mahasiswa baru, hingga besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
"Menolak Muzzaki jadi rektor lagi karena banyak masalah. Seperti uang tiba-tiba menghilang, jas untuk maba katanya baru 50% jadi atau 3.000 jas almamater, bahkan UKT banyak yang mahal. Kalau saya kena UKT Rp 7 juta maba dari FEBI," ujar Micle.
Menurut Micle, sejumlah persoalan tersebut menjadi alasan mahasiswa kembali menyampaikan penolakan terhadap Muzakki. Ia berharap pihak kampus memperhatikan dan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.
Keluhan serupa disampaikan Alex, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Ia menyoroti bahan pembelajaran atau buku dari fakultas yang menurutnya hingga kini belum diterima mahasiswa.
"Buku belum, kayak buku LKS dari fakultas itu belum sampai sekarang. Maunya mengganti atau membatalkan Rektor Muzzaki," tambah Alex, maba dari FEBI.

