Balap Ojek Gabah Warnai Panen Raya di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Rabu, 16 Sep 2026 06:15 WIB
Ojek Gabah Adu Cepat di Sawah Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Suara mesin kendaraan pengangkut gabah meraung di tengah hamparan sawah Desa Truni, Kecamatan Babat. Bukan sekadar mengangkut hasil panen, kendaraan yang biasa digunakan petani itu kali ini dipacu secepat mungkin dalam sebuah perlombaan.

Ya, warga Desa Truni punya cara unik untuk memeriahkan panen raya. Mereka menggelar balap ojek gabah, lomba yang memadukan keterampilan mengemudi dengan tantangan membawa muatan hasil panen di lintasan sawah.

Keseruan itu turut disaksikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Sebanyak enam tim dengan total 24 peserta ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Setiap tim terdiri dari empat orang.

Satu per satu peserta memacu kendaraan pengangkut gabah di lintasan yang telah disiapkan. Medan yang basah membuat kendaraan harus dikendalikan dengan ekstra hati-hati, terlebih peserta tetap harus membawa muatan gabah selama perlombaan.

Bagi penonton, aksi tersebut menjadi hiburan tersendiri. Namun bagi peserta, lintasan sawah yang tampak sederhana ternyata menyimpan tantangan.

Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes pun ikut merasakan keseruan lomba tersebut. Ia bahkan mengibaratkan lintasan sawah dalam balap ojek gabah seperti sirkuit balap.

"Seru sekali ya. Kelihatannya memang gampang, tapi ternyata kalau belum pernah mencoba sirkuit, ya tentu belum bisa seperti tadi," ujar Yuhronur, Rabu (16/9).

Di balik perlombaan yang mengundang tawa dan sorak-sorai warga, Yuhronur mengingatkan bahwa ojek gabah bukan sekadar hiburan. Profesi tersebut memiliki peran penting dalam rantai panen petani.

Ojek gabah membantu mengangkut hasil panen dari area persawahan menuju tepi jalan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pengangkut berukuran lebih besar.

"Kalau tidak ada ojek gabah ini kita juga tidak bisa mengangkut sampai ke pinggir jalan. Dan ini memerlukan keahlian khusus untuk ojek gabah," katanya.

Menurut Yuhronur, jasa tersebut juga memiliki nilai ekonomi. Para pengojek gabah bisa memperoleh penghasilan dari pekerjaan mengangkut hasil panen petani.

"Biasanya sampai empat sak glangsing ini diangkut. Ini cukup sebagai profesi, karena satu ton ini bisa Rp 1 juta," tuturnya.

Salah seorang peserta, Ahmad Santoso, mengaku baru pertama kali mengikuti balap ojek gabah. Ia bersama teman-temannya tertarik ambil bagian karena perlombaan digelar bertepatan dengan momentum panen raya.

"Ini bersama teman-teman dan baru pertama kali. Seru sekali, antusiasnya juga tinggi. Ada enam tim, satu tim empat orang," ujar Ahmad.

Meski terlihat sederhana, Ahmad mengatakan lintasan yang basah menjadi tantangan tersendiri. Beban gabah yang harus dibawa juga membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan.

"Lumayan sulit karena medannya agak basah, sama bawa gabah juga. Berat, tapi seru," katanya.

Bagi warga, balap ojek gabah bukan hanya soal siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Perlombaan tersebut menjadi bagian dari perayaan panen sekaligus menghadirkan hiburan di tengah kesibukan petani memanen hasil sawah.

Para petani pun berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar setiap kali masa panen usai. Selain menjadi hiburan, balap ojek gabah dinilai bisa menjadi daya tarik yang menghidupkan suasana desa dan mengundang warga dari berbagai penjuru untuk menyaksikan keseruannya.



Simak Video "Video: Prabowo Pimpin Panen Raya Bersama TNI Serentak di 43 Titik "

(auh/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork