Ojek gabah di Nganjuk ketiban cuan saat sejumlah wilayah panen raya padi. Hanya enam jam, mereka bisa mendapat Rp 350 ribu.
Seperti pada panen padi di wilayah Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Empat ojek gabah telah bersiap sejak pagi untuk mengangkut gabah, dari sawah menuju rumah pemiliknya.
Dengan motor yang telah dimodifikasi, satu unit bisa mengangkut empat karung gabah sekali berangkat. Dengan lincah, mereka melewati jalan persawahan hingga sampai ke rumah pemilik gabah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kami dapat borongan mengangkut gabah dengan luas lahan 1.400 ru (1,96 hektar). Ya, sekitar 14 sampai 15 ton gabah," ungkap Kardi, salah satu ojek gabah, Selasa (7/4/2026).
Menurut Kardi, borongan angkut gabah untuk 100 ru adalah Rp 100 ribu. Sehingga untuk lahan 1.400 ru, dia dan ketiga temannya mendapat ongkos borongan Rp 1,4 juta.
"Jadi Rp 1,4 juta itu kami bagi berempat. Satu orang dapat Rp 350 ribu," bebernya.
Untuk mengangkut gabah yang dihasilkan lahan seluas 1.400 ru, Kardi dan ketiga rekannya hanya membutuhkan waktu setengah hari. Sehingga, setengah harinya dia bisa mengambil borongan berikutnya.
"Paling enam jam sudah selesai untuk lahan segini (1.400 ru). Kalau ada yang borong tenaga kami, ya kami lanjut lagi," tutur dia.
Bagi Kardi dan rekan-rekannya, panen raya padi selalu menjadi berkah. Karena keahlian mereka dalam mengangkut gabah menggunakan motor telah teruji. Sehingga banyak petani yang memakai jasa mereka.
"Kalau lagi ramai, dalam sehari, setiap orang dari kami bisa mendapat Rp 700 ribu per hari. Capek itu pasti. Tapi inilah kesempatan kami mendapat banyak uang. Kalau pegal ya minum jamu,' tandasnya.
(irb/hil)
