Round Up

Teka-teki Dentuman Misterius di Malang Ternyata dari Gunung Semeru

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 10 Sep 2026 08:00 WIB
Ilustrasi suara dentuman (Foto: Mental Floss)
Malang -

Suara dentuman misterius mengejutkan warga Kota dan Kabupaten Malang pada Selasa (8/9/2026) malam. Dentuman terdengar cukup keras hingga dilaporkan warga di sejumlah wilayah yang berjauhan.

Setelah dilakukan penelusuran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan suara tersebut bukan disebabkan gempa tektonik, sambaran petir, cuaca ekstrem, maupun aktivitas latihan pesawat. BMKG Stasiun Geofisika Malang justru mengaitkan suara dentuman dengan dinamika vulkanik Gunung Semeru.

Suara dentuman terdengar sekitar pukul 22.00 WIB dan membuat warga di sejumlah wilayah Malang Raya bertanya-tanya mengenai sumbernya. Laporan warga bermunculan di media sosial, mulai dari kawasan Blimbing, Bumiayu, Lowokwaru, hingga Lawang dan Bululawang.

Sejumlah warga bahkan mengaku mendengar suara dentuman lebih dari sekali.

"Barusan ada dentuman ya di malang ? atau aku salah dengar," kata sesilia.dinan di akun Threads seperti dilihat detikJatim, Rabu (9/9/2026).

Unggahan tersebut kemudian mendapat respons dari warganet lain yang mengaku mendengar suara serupa.

"Sekitar jam 22.30, sampai Sulfat juga terdengar," ucap warganet menimpali unggahan tersebut.

Warga di kawasan Cengger Ayam juga mengaku mendengar dentuman hingga tiga kali.

"Daerah Cengger ayam sampai terdengar tiga kali," tutur Gradyadian.

Suara serupa juga dilaporkan terdengar hingga Lawang, Kabupaten Malang.

"Dari Lawang juga terdengar keras dentuman ya," ujar akun Threads @Munir_30.

Bukan Gempa dan Petir

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang Ricko Kardoso kemudian memberikan penjelasan mengenai suara misterius tersebut. Berdasarkan pemantauan alat BMKG sekitar waktu kejadian, tidak ditemukan aktivitas gempa tektonik maupun sambaran petir yang berpotensi menimbulkan suara dentuman.

"Hasil pemantauan BMKG Stasiun Geofisika Malang pada aktivitas gempa bumi tektonik dan sambaran petir sekitar pukul 22.00 WIB, tidak terdeteksi aktivitas gempa bumi tektonik dan sambaran petir di wilayah Malang dan sekitarnya pada waktu tersebut yang berpotensi menimbulkan suara dentuman," ujar Ricko saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Dengan hasil pemantauan tersebut, BMKG kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mencari kemungkinan sumber suara.

Sebelumnya, warga juga sempat menduga dentuman berasal dari aktivitas konstruksi maupun suara sound horeg. Namun, dugaan tersebut belum dapat memastikan sumber suara yang terdengar di sejumlah wilayah Malang Raya.



Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"


(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork