Hasil Analisisi BMKG Soal Pemicu Gempa M 5,2 di Laut Selatan Malang

Hasil Analisisi BMKG Soal Pemicu Gempa M 5,2 di Laut Selatan Malang

Denza Perdana - detikJatim
Senin, 14 Sep 2026 10:23 WIB
Ilustrasi Gempa
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)
Malang -

Wilayah selatan Malang jadi pusat gempa bumi berkekuatan M 5,2 pada Senin (14/9/2026) pagi pukul 08.42 WIB yang dirasakan di sejumlah daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa bumi ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di laut selatan.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter pemutakhiran magnitudo M 5,0 dengan pusat gempa berkedalaman 39 km. Episenter terletak di laut pada jarak 160 km arah tenggara Kabupaten Malang.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc membeberkan secara spesifik soal mekanisme pemicu pergerakan sesar di balik guncangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault )," kata Wijayanto dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

ADVERTISEMENT

Meskipun berpusat di laut, BMKG memastikan guncangan tektonik ini tidak memicu gelombang tinggi. Pemodelan menunjukkan peristiwa ini tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), guncangan dirasakan pada skala intensitas III MMI di Sumbermanjing Wetan (Malang), Gedangan (Malang), serta Puger (Jember). Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.

Hingga pukul 09.00 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Karena itu warga diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan seluruh informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi bmkg.go.id, maupun aplikasi infoBMKG," ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta memeriksa kondisi hunian masing-masing sebelum kembali beraktivitas serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.



(hil/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads