Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur meminta perusahaan/pabrik yang hendak mengirim logistik melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk menahan diri. Sebab, kapal tambahan masih belum tersedia di Pelabuhan Ketapang dan antrean masih belum terurai.
"Terkait dengan kondisi lapangan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk yang kembali mengalami kemacetan yang sangat luar biasa, kemarin macet sampai 14 Km itu di daerah Ketapang. Kami imbau perusahaan atau pabrik menahan dulu pengiriman," kata Ketua Organda Jatim Firmansyah Mustafa saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (6/9/2026).
Firmansyah membeberkan ada bantuan 2 unit kapal yakni Jatra I dan Portlink I untuk mengatasi kemacetan di Ketapang. Namun, dua kapal bantuan itu belum tiba di Ketapang.
"Jadi, Jatra I itu informasi yang saya terima akan difokuskan Ketapang-Gilimanuk. Kapalnya cukup besar ini. Kemudian yang Portlink I fokus untuk Tanjung Wangi-Lembar. Jadi, dua kapal besar ini mudah-mudahan bisa mengurai kemacetan yang sedang terjadi," jelasnya.
Karena masih perjalanan menuju Ketapang, Firmansyah mengimbau perusahaan logistik untuk menahan pengiriman melalui Pelabuhan Ketapang agar tidak menyebabkan kemacetan lebih panjang.
"Imbauan organda, mengingat bahwa baru kemarin sore kapal itu diberangkatkan dari Jakarta menuju Ketapang, mungkin butuh waktu.
Mohon kiranya rekan-rekan angkutan logistik agak menahan dulu kendaraannya jangan sampai menumpuk di Pelabuhan Ketapang, maupun yang dari timur di Pelabuhan Gilimanuk," jelasnya.
"Ditahan dulu sehingga sampai kapal itu sudah ada di Ketapang, mungkin baru bisa agak dilepas. Sehingga tidak sampai terjadi penumpukan yang lebih tinggi lagi," tambahnya.
Organda, kata Firmansyah juga sangat prihatin dengan terjadinya permasalahan kemacetan di Pelabuhan Ketapang yang tidak dimitigasi dengan baik oleh PT ASDP.
"Kami prihatin, dan memang kalau dianalisa memang terjadi peningkatan arus logistik sebanyak 14 persen. Mudah-mudahan ini bisa cepat teratasi. Pembangunan dermaga, peningkatan kapasitas dermaga bisa cepat terselesaikan sehingga permasalahan yang selalu berlarut-larut bertahun-tahun selalu terjadi akan segera bisa teratasi," tandasnya.
Simak Video "Video Situasi Pelabuhan Ketapang di H+3 Lebaran"
(auh/hil)