Aktivitas Warga Lereng Gunung Semeru di Tengah Erupsi

Aktivitas Warga Lereng Gunung Semeru di Tengah Erupsi

Nur Hadi Wicaksono - detikJatim
Senin, 07 Sep 2026 15:17 WIB
Warga di lereng Gunung Semeru masih beraktivitas normal
Warga di lereng Gunung Semeru masih beraktivitas normal. (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang -

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Senin (7/9/2026) pagi. Meski terjadi erupsi, aktivitas warga di lereng gunung masih berjalan normal seperti biasa.

"Alhamdulillah kondisi warga beraktivitas seperti biasa. Yang ditakutkan saat mendung tebal dan terjadi banjir lahar," kata Buat, Warga Desa Sumber Mujur, kepada detikJatim, Senin (7/9/2026).

Buat mengatakan warga tetap beraktivitas seperti biasa, namun kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Semeru terus dijaga. Terlebih saat hujan turun dan puncak Semeru tertutup awan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meski beraktivitas normal, saat ini warga tetap waspada terhadap Gunung Semeru," lanjutnya.

Erupsi Gunung Semeru tersebut terekam alat seismograf dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 112 detik. Namun, visual letusan tidak teramati karena puncak Gunung Semeru tertutup awan.

ADVERTISEMENT

Hingga kini, aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Petugas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dan ketika beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

"Untuk status saat ini masih level 3 atau siaga. Tetap waspada terutama di aliran sungai-sungai Semeru," kata Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang Yudhi Cahyono.

Yudhi menegaskan, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak Gunung Semeru.

Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah puncak. Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

"Warga tetap diimbau tidak melakukan aktivitas sejauh 13 kilometer," pungkas Yudhi.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads