Korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk yang masih mendapat perawatan medis sebanyak 18 orang. Sisanya sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang ke rumah.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro. Katanya, penanganan maksimal dari rumah sakit terus dilakukan. Pendampingan secara real time juga terus dilakukan pemkab melalui dinas kesehatan.
"Pelayanan maksimal terus kami lakukan, agar anak-anak yang masih dirawat segera sembuh dan diperbolehkan pulang," ujar Mas Handy-sapannya ketika dikonfirmasi detikJatim, Jumat (4/9/2026).
Penanganan sendiri dilakukan oleh tim tega media di RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara dan RSI Aisyah serta sejumlah puskesmas. Rata-rata korban mengeluhkan mual, pusing hingga muntah-muntah.
Sebelumnya tercatat ada 127 orang yang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG berupa nasi goreng, ayam suwir, telur dadar, tahu bulat, agar dan semangka. Menu itu diolah oleh SPPG Begadung 2, yang kini telah di-suspend Badan Gizi Nasional (BGN).
Jumlah tersebut terdiri dari siswa SMAN 3 Nganjuk, SLB Santi Kosala Mastrip, SDN Balong Pacul. Dalam daftar korban terdapat seorang guru, hingga staf sekolah.
Hingga hari ini, belum ada keterangan resmi dari Kepala SPPG Begadung 2 maupun ahli gizi yang bertugas di sana. Sedangkan hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan Nganjuk dan BBPOM di Surabaya juga belum keluar.
Simak Video "Video: Ratusan Siswa-Guru di Tulung Klaten Diduga Keracunan MBG Sop Galantin"
(auh/abq)