Round Up

Terobosan SPBU di Malang Pakai Suara Prabowo-Jokowi tapi Ditegur Pertamina

Amir Baihaqi - detikJatim
Jumat, 04 Sep 2026 07:45 WIB
SPBU di Tlogomas, Kota Malang memutar pengumuman 'Pertalite Habis' pakai suara AI Jokowi dan Prabowo. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Malang punya terobosan unik untuk mempermudah pemasaran dengan menggunakan teknologi suara AI (Artificial Intelligence) Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Terobosan ini sempat viral di media sosial.

Penggunaan suara Prabowo dan Jokowi ini diketahui digunakan untuk mengumumkan jika stok BBM jenis Pertalite sedang habis atau sedang ada penyesuaian harga. Suara mirip Jokowi dan Prabowo itu diputar saat sejumlah konsumen mengantre dan bukan lagi dengan tulisan "Pertalite Habis" seperti biasanya,

"Pagi2 udah dibikin ngakak waktu antri bensin di pom bensin tlogomas. Gak e.. Ide ne sopo seh ngene iki," tulis Bunda Syamil akun Threads @sovia_machrieta.

Dalam video berdurasi kurang dari 45 detik itu, Bunda Syamil merekam sejumlah kendaraan roda empat dan kendaraan barang tengah melakukan pengisian BBM di SPBU Tlogomas itu.

Tak lama kemudian terdengar suara pria yang sangat mirip dengan Jokowi menyatakan bahwa stok Pertalite habis dan hanya tinggal Pertamax. "Pertalite-nya habis, tinggal Pertamax," ucap pria mirip suara Jokowi itu.

Suara itu kemudian disusul dengan kalimat permohonan maaf, karena stok Pertalite habis di SPBU itu. Suara yang mirip dengan suara presiden Prabowo juga sama menyampaikan bahwa pertalite telah habis.

"Saudara-saudara Pertalite habis tinggal Pertamax saja. Terima Kasih," kata pria dalam video itu.

Pengawas SPBU 54.651.05 Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Supriyanto membenarkan bahwa pihaknya sempat menggunakan suara pria yang mirip Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan kondisi stok BBM jenis Pertalite yang habis.

"Iya itu anak-anak yang buat. Tapi sekarang kita sudah tidak menggunakan lagi," ucap Supriyanto ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).

Ia mengaku pihaknya tidak lagi menggunakan rekaman suara itu karena telah menerima teguran keras dari manajemen Pertamina setelah viral di media sosial. Rekaman mirip suara Prabowo dan Jokowi itu pun kini telah dihapus.

"Ditegur, sudah kita hapus," ujar Supriyanto.

Supriyanto mengungkapkan alasan pihaknya menggunakan suara AI Jokowi dan Prabowo itu. Sebab selama ini suara lebih cepat didengar sedangkan tulisan "Petalite Habis kerap tidak diperhatikan.

"Kalau suara kan cepat didengar, karena kasihan kalau sudah mengantre ternyata baru tahu kalau Pertalite-nya habis," ungkapnya.

Namun karena teguran dari Pertamina. Pihak SPBU kini kembali menggunakan papan tulisan untuk mengumumkan ketersediaan stok BBM. "Sudah kita ganti, dengan membuat papan tulisan. Sudah kita buat, nanti kalau Pertalite dalam kondisi habis, kami pasang agar masyarakat tahu," terangnya.

Menurut Supriyanto, pemakaian suara AI Prabowo dan Jokowi yang kemudian direkam konsumen itu terjadi pada Rabu (2/9). Rekaman suara itu diputar terutama ketika kondisi stok Pertalite habis dan tengah menunggu pengiriman dari Pertamina.

Supriyanto menuturkan bahwa permintaan BBM non subsidi khususnya Pertalite di SPBU Tlogomas cukup tinggi. Sedangkan mayoritas konsumen adalah mahasiswa yang banyak menggunakan kendaraan roda dua.

"Di sini paling cepat terjual Pertalite, karena banyak yang beli mahasiswa. Apalagi sekarang kuliah sudah mulai jalan," tuturnya.

Terpisah, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan dan memastikan BBM bersubsidi dapat disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pertamina juga terus memantau kebutuhan BBM di wilayah Malang Raya. Berdasarkan evaluasi penyaluran bulan-bulan sebelumnya, kebutuhan Pertalite meningkat sekitar 6% dan Biosolar 15%, yang antara lain dipengaruhi musim panen tebu serta meningkatnya aktivitas pariwisata pada periode liburan.

"Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas sehari-hari dapat tetap terpenuhi," kata Ahad dalam keterangannya.

"Dalam kondisi tertentu, kami melakukan penyesuaian distribusi secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi stok dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Pengaturan ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga agar penyaluran tetap berjalan dan pasokan dapat terdistribusi secara merata," sambungnya.



Simak Video "Berburu Oleh-Oleh di Kawasan Arab, Kota Malang"

(auh/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork