Solar dan Pertalite di Mojokerto Masih Langka, SPBU Keluhkan Hal Ini

Solar dan Pertalite di Mojokerto Masih Langka, SPBU Keluhkan Hal Ini

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 27 Jun 2026 19:29 WIB
Solar dan Pertalite masih langka di Mojokerto
Solar dan Pertalite masih langka di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Kelangkaan Biosolar dan Pertalite sampai hari ini masih terjadi di Mojokerto akibat tersendatnya pasokan dari Pertamina Patra Niaga. Para pengelola SPBU mengeluhkan pemangkasan volume dan lambatnya pengiriman 2 jenis BBM subsidi tersebut dari Depo Pertamina Surabaya.

Pantauan detikJatim di SPBU Jatipasar pukul 12.00 WIB, stok Biosolar maupun Pertalite sudah habis. Praktis pompa bensin di jalur arteri Jombang ke Mojokerto hanya melayani konsumen yang beralih ke Pertamax. Baik para pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi.

Pengawas SPBU Jatipasar, Nando Voreno menjelaskan, Biosolar habis sejak Jumat (26/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Pasokan solar subsidi itu terakhir kali datang dari Depo Pertamina Surabaya pada Kamis (25/6) sekitar pukul 05.00 WIB sejumlah 8.000 liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan Pertalite di SPBU Jatipasar habis sejak pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB. Pasokan terakhir kali datang pada Kamis (25/6) sejumlah 16.000 liter. Sampai siang tadi belum jelas kapan bensin subsidi itu kembali dikirim oleh Pertamina Patra Niaga.

Nando pun mengeluhkan pengiriman Biosolar maupun Pertalite dari Depo Pertamina Surabaya yang beberapa kali terlambat sejak awal pekan ini. Sebab dalam kondisi normal, apabila hari ini pesan, besoknya pasokan sudah tiba di SPBU. Ditambah lagi, volume pengiriman solar dipangkas 50% dari pesanan.

ADVERTISEMENT

"Biasanya kami ajukan pesanan 16 KL (Kiloliter), datangnya sesuai dan tepat waktu. Sekitar mulai awal minggu ini, solar hanya dikirim 8 KL, juga tidak tepat waktu, pesannya Selasa baru datang Kamis pagi," jelasnya kepada detikJatim di lokasi, Sabtu (27/6/2026).

Padahal, lanjut Nando, jatah Biosolar bulan ini untuk SPBU Jatipasar 48.000 liter, saat ini masih tersisa sekitar 16.000 liter. Sedangkan jatah Pertalite masih tersisa 24.000 dari 215.000 liter. Sejauh ini, pihaknya belum menerima pemberitahuan dari Pertamina Patra Niaga ihwal tersendatnya pasokan BBM subsidi tersebut.

"Belum ada pemberitahuan dari Pertamina," ungkapnya.

Selain tersendatnya pasokan, harga Pertamax yang naik tajam menjadi Rp 16.250/Liter juga memicu kelangkaan Pertalite di Mojokerto. Salah satu potretnya di SPBU Jatipasar. Menurut Nando, sebab banyak konsumen yang terpaksa beralih ke Pertalite yang harganya tetap Rp 10.000/Liter.

Hal itu tercermin dalam penjualan harian Pertalite yang rata-rata naik 2 kali lipat, yaitu dari 7.000-8.000 liter per hari menjadi 14.000-15.000 liter per hari. Sedangkan ketika Pertalite langka, penjualan Pertamax di pompa bensin ini naik hingga 10 kali lipat.

"Kondisi normal, penjualan Pertamax biasanya maksimal 1.000 liter per hari. Sejak harganya naik, menjadi rata-rata 300 liter per hari kalau Pertalite tersedia. Ketika Pertalite kosong, penjualan Pertamax rata-rata 3.000 liter per hari," jelasnya.

Kondisi serupa terjadi di SPBU Balongmojo, Jalan Bypass Mojokerto pukul 13.30 WIB. Pertalite maupun Biosolar habis sehingga pompa bensin ini terlihat sepi.

Di SPBU Gemekan, jalur arteri Jombang ke Mojokerto, Pertalite juga habis sejak sekitar pukul 11.30 WIB. Hanya barisan truk yang mengantre untuk diisi solar subsidi.

Kelangkaan Biosolar memicu antrean di SPBU. Selain Gemekan, antrean truk juga terjadi di SPBU Jampirogo, Jalan Bypass Mojokerto. Sebab pompa bensin ini menerima pasokan 8.000 liter solar subsidi sekitar pukul 06.00 WIB.

"Sekarang pukul 12.30, stok solar kami masih 6.000 liter," terang DS, pegawai SPBU Jampirogo.

Berbeda dengan SPBU Jatipasar, pasokan Biosolar dan Pertalite datang tepat waktu di SPBU Jampirogo. Artinya, hari ini pesan, besoknya kiriman BBM subsidi sudah tiba. Volume kiriman Pertalite juga tidak berkurang dari 16.000 liter.

"Kondisi saat ini, kami pesan 16 KL, dikirim hanya 8 KL, belum ada informasi apakah memang ada pengurangan atau tidak. Kalau Pertalite, pengiriman tetap sesuai pesanan," tandas DS.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads