4 Titik Api Masih Membakar TNBTS Lumajang, Usaha Warga Terdampak

Nur Hadi Wicaksono - detikJatim
Rabu, 02 Sep 2026 22:40 WIB
Kebakaran hutan di kawasan TNBTS berdampak pada usaha warga lokal (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di wilayah Kabupaten Lumajang belum sepenuhnya padam. Hingga Rabu (2/9/2026), petugas memantau masih ada empat titik api yang membakar vegetasi di area tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyebutkan empat titik kebakaran itu tersebar di beberapa lokasi strategis.

"Masih ada empat titik kebakaran di kawasan TNBTS, yaitu di Pos Satu, Kepolo, dan Ayek-Ayek," kata Isnugroho saat dihubungi detikJatim, Rabu (2/9/2026).

Sebanyak 50 personel tim gabungan diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api. Tim tersebut terdiri dari unsur TNBTS, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga warga setempat.

Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan gebyok atau ranting pohon. Petugas di lapangan juga membuat sekat bakar (firebreak) untuk mencegah kobaran api merambat ke kawasan hutan yang lebih luas.

"Petugas gabungan saat ini masih berusaha memadamkan kebakaran," tambahnya.

Buntut dari karhutla ini, pihak pengelola TNBTS resmi menutup total aktivitas pendakian Gunung Semeru. Kebijakan tersebut diambil demi mempermudah operasi pemadaman serta menjamin keselamatan para pendaki.

Namun, penutupan jalur pendakian tersebut berdampak langsung pada perekonomian warga di sekitar Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Pelaku usaha homestay dan pemilik warung mengeluhkan sepinya wisatawan.

Pengelola Ranu Regulo Ekoledge, Bram, mengaku mengalami penurunan omzet dan tingkat keterisian kamar hingga 70 persen sejak akses pendakian ditutup.

"Penurunan pengunjung yang menginap sekitar 70 persen akibat penutupan pendakian Gunung Semeru," ungkap Bram.

Kondisi serupa dialami para pedagang di kawasan Ranupani. Utami, salah satu pemilik warung setempat, menuturkan bahwa pembeli yang datang drastis berkurang dibandingkan hari-hari biasa.

"Ditutupnya jalur pendakian membuat pengunjung menurun jika dibandingkan biasanya," pungkas Utami.



Simak Video " Video Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Semeru dengan Cara Manual"

(irb/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork