Jejak Macan Tutul Ditemukan di Tengah Karhutla Bromo-Semeru

Jejak Macan Tutul Ditemukan di Tengah Karhutla Bromo-Semeru

Nur Hadi Wicaksono - detikJatim
Selasa, 01 Sep 2026 16:15 WIB
Jejak yang diduga macan tutul ditemukan petugas di tengah Karhutla yang sedang melanda Gunung Bromo dan Semeru.
Jejak yang diduga macan tutul ditemukan petugas di tengah Karhutla yang sedang melanda Gunung Bromo dan Semeru. (Foto: Istimewa)
Lumajang -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang mengakibatkan sejumlah satwa menjadi korban. Petugas menemukan bangkai satwa liar. Selain itu, di tengah kepulan asap yang melahap vegetasi, petugas menemukan jejak macan tutul yang diduga masih hidup dan bermigrasi.

Temuan jejak kaki macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) itu menjadi penanda penting bahwa satwa dilindungi itu diduga kuat berhasil lolos dari amukan si jago merah. Kabag TU Balai Besar TNBTS Bambang Suriyono mengonfirmasi keberadaan jejak tersebut saat melakukan penelusuran di lokasi terdampak karhutla.

"Kami juga menemukan jejak macan tutul yang masih hidup. Kemungkinan ia bermigrasi," terang Bambang kepada detikJatim, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses migrasi massal ini tidak hanya dilakukan oleh macan tutul. Berbagai jenis satwa lain yang mendiami ekosistem TNBTS turut melarikan diri mengungsi ke area vegetasi hutan yang belum terjamah api untuk bertahan hidup.

"Selain itu burung dan lainnya juga bermigrasi," pungkas Bambang.

ADVERTISEMENT

Sayangnya, tak semua satwa beruntung bisa menyelamatkan diri dari kepungan api. Dalam penelusuran di lapangan, para petugas menemukan bangkai seekor kijang yang hangus terbakar, serta tengkorak satwa lain di antara puing-puing sisa kebakaran.

"Kita mengambil 3 dokumentasi. Ada satwa yang mati, kemudian ada tengkorak satwa," kata Bambang.

Hingga saat ini titik kobaran api di kawasan TNBTS dilaporkan masih membumbung tinggi dan menyebar di empat lokasi berbeda termasuk di kawasan rentan Ayek-Ayek dan Kalimati. Petugas gabungan terus berupaya menjinakkan api sembari memantau pergerakan migrasi satwa liar ke tempat yang lebih aman.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads