Kebakaran TNBTS Belum Padam, Jalur Pendakian Semeru Disterilkan

Kebakaran TNBTS Belum Padam, Jalur Pendakian Semeru Disterilkan

Nur Hadi Wicaksono - detikJatim
Sabtu, 29 Agu 2026 11:45 WIB
Gerbang selamat datang menuju pendakian Semeru yang saat ini ditutup total dari pendaki karena masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS.
Gerbang selamat datang menuju pendakian Semeru yang saat ini ditutup total dari pendaki karena masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS. (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang -

Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang hingga saat ini masih belum bisa dipadamkan. TNBTS menutup total aktivitas pendakian di Gunung Semeru.

Penutupan Gunung Semeru dari aktivitas pendakian ini dilakukan selain untuk memudahkan proses pemadaman juga demi menjaga keselamatan para pendaki. Petugas TNBTS pun melakukan pensterilan jalur pendakian dari aktivitas para pendaki demi menjaga keamanan.

"Untuk jalur pendakian sudah kami lakukan sterilisasi dari aktifitas para pendaki," kata Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS Agus Kusuma Negara kepada detikJatim, Sabtu (29/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas gabungan dari TNBTS, BPBD Kabupaten Lumajang, TNI dan Polri saat ini masih terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan. Selain upaya pemadaman water bombing dengan helikopter, pemadaman juga dilakukan secara manual dengan membuat sekat api agar tidak meluas ke kawasan lain.

"Saat ini petugas masih melakukan upaya pemadaman kebakaran," pungkas Agus.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, 2 helikopter water bombing milik BPBD Provinsi Jawa Timur telah diterjunkan untuk menjangkau 2 titik api yang masih membakar vegetasi secara masif di Blok Ayek-Ayek dan Blok Pangonan Cilik, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Lumajang.

Proses pengisian air dilakukan di Danau Ranu Pani sebelum helikopter diterbangkan menuju titik kebakaran.

"Ketika pemadaman manual bisa langsung mencapai titik api. Kalau water bombing dengan 1.000 liter jangkauannya bisa wilayah terjal," kata Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS Agus Kusuma Negara.

Selain melalui jalur udara, proses pemadaman secara manual dari darat juga terus dilakukan oleh petugas gabungan. Dengan kondisi itu, pemadaman melalui jalur darat dan udara diperlukan untuk mengatasi kebakaran. Dua helikopter pun diterjunkan untuk membantu proses pemadaman.

"Sehingga pemadaman darat dan udara dibutuhkan. Ada 2 helikopter yang diterjunkan," pungkas Agus.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads