Solusi Macet Horor di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dari Gapasdap

Eka Rimawati - detikJatim
Senin, 07 Sep 2026 11:45 WIB
Gambar udara dermaga LCM di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi yang tengah alami kerusakan. (Foto: Eka Rimawati/detikJatim)
Banyuwangi -

Penumpukan kendaraan dan kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi butuh penanganan segera. Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi mengungkap akar masalah yang perlu segera diatasi agar arus barang dan penumpang Jawa-Bali kembali lancar.

Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, Nurjatim yang mengungkapkan bahwa akar masalah kemacetan di kawasan Ketapang bukan akibat minimnya armada kapal yang tersedia di Pelabuhan Ketapang, melainkan keterbatasan fasilitas dermaga yang beroperasi.

"Lintasan Ketapang-Gilimanuk ini bukan kekurangan kapal, melainkan kekurangan tempat sandar. Dari total 56 armada yang ada, saat ini hanya sekitar 40 persen yang dapat beroperasi optimal karena keterbatasan dermaga," ujar Nurjatim, Senin (7/9/2026).

Dermaga Bulusan, kata dia, memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas angkutan laut khususnya kapal Landing Craft Tank (LCT) yang melayani angkutan logistik.

Saat beroperasi normal bersama pasangan dermaganya di Gilimanuk, Dermaga Bulusan mampu memecah konsentrasi antrean truk muatan berat agar tidak menumpuk di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang.

Kini, Dermaga Bulusan tidak beroperasi akibat kerusakan 2 unit fender. Hal ini berdampak langsung pada turunnya kapasitas sandar kapal.

Belum lagi diperparah dengan adanya proyek peningkatan kapasitas di Dermaga Ponton Ketapang dan Dermaga MB II Gilimanuk. Aktivitas proyek itu menjadikan kapal beroperasi di dermaga turun dari rata-rata 28-32 kapal menjadi hanya sekitar 23 kapal per hari.

Sebagai solusi darurat untuk menggantikan sementara peran Dermaga Bulusan dan mengurai kemacetan, Gapasdap mendorong percepatan perluasan dermaga Local Content Model (LCM/plengsengan) di Pelabuhan Ketapang.

Melalui penyatuan area dermaga menggunakan konstruksi cor beton, dermaga LCM yang semula hanya menampung 3 kapal kapasitasnya bisa ditingkatkan untuk melayani 4 kapal LCT sekaligus secara bersamaan.

Demi menjamin kelancaran arus logistik laut dan mencegah kemacetan parah di jalan raya, Gapasdap menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pihak regulator. Termasuk menalangi biaya pembangunan dermaga senilai Rp. 400 juta dengan estimasi waktu pengerjaan 45-60 hari.

"Jika pemangku kepentingan menyetujui percepatan perluasan dermaga LCM ini, kami dari Gapasdap Banyuwangi siap menalangi anggarannya terlebih dahulu agar operasional penyeberangan segera kembali lancar," pungkas Nurjatim tegas.



Simak Video "Video Situasi Pelabuhan Ketapang di H+3 Lebaran"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork