Dirlantas Polda Jatim Pantau Macet Ketapang Naik Motor, Ini Instruksinya

Dirlantas Polda Jatim Pantau Macet Ketapang Naik Motor, Ini Instruksinya

Eka Rimawati - detikJatim
Minggu, 06 Sep 2026 19:28 WIB
Dirlantas Polda Jatim Kombes Rahmat Hakim saat memantau arus kemacetan menggunakan roda dua.
Dirlantas Polda Jatim Kombes Rahmat Hakim saat memantau arus kemacetan menggunakan roda dua.(Foto: Eka Rima/detikJatim)
Banyuwangi -

Kemacetan mengular hingga 9 kilometer terjadi di jalur Situbondo-Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang. Antrean panjang kendaraan sumbu tiga dari dua arah bahkan menutup jalur lingkar.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim Kombes Rahmat Hakim turun langsung memantau kondisi kemacetan. Ia menyusuri jalur yang padat dengan mengendarai sepeda motor, dibonceng Kasatlantas Polresta Banyuwangi AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady.

Pantauan dilakukan mulai dari Dermaga Bulusan, Pelabuhan Ketapang, hingga jalur lingkar di depan Polsek KP3. Dari hasil pemantauan tersebut, Rahmat menginstruksikan personel kepolisian untuk memberikan prioritas bagi kendaraan darurat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain penertiban antrean, personel kepolisian juga rutin menggelar patroli mobilitas untuk mengawal kendaraan yang membutuhkan prioritas darurat, seperti ambulans dan warga yang membutuhkan bantuan medis," kata Rahmat kepada detikJatim, Minggu (6/9/2026).

Rahmat mengatakan seluruh personel yang bertugas disiagakan selama 24 jam. Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kepolisian bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran lalu lintas di jalur tersebut. Namun, penanganan kemacetan membutuhkan sinergi seluruh stakeholder, termasuk ASDP Ketapang dalam mengelola operasional kapal dan pengangkutan kendaraan.

"Upaya percepatan penguraian antrean juga melibatkan sinergi bersama Kementerian Perhubungan (Hubdat) dan PT ASDP melalui optimalisasi bantuan armada kapal serta penerapan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB)," jelasnya.

Rahmat juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menerobos antrean atau ngeblong. Menurutnya, perilaku tersebut justru dapat membuat arus kendaraan semakin terkunci dan memperparah kemacetan.

"Yang kita utamakan adalah tidak ada kendaraan yang ngeblong. Kalau sampai ngeblong nanti ngunci," pungkasnya.

Ia menyebut kemacetan sempat berkurang sekitar 1 kilometer pada malam hari. Namun, antrean kembali bertambah pada siang hari hingga ekornya mencapai kawasan Grand Watu Dodol (GWD).

Kondisi tersebut membuat kepolisian terus melakukan pemantauan dan pengaturan arus untuk mengurai antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads