Cuaca Ekstrem, Nelayan Gisik Cemandi Sidoarjo Kembali Tak Melaut

Suparno - detikJatim
Senin, 31 Agu 2026 16:45 WIB
Nelayan di Sidoarjo tak melaut gegara cuaca ekstrem/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Cuaca ekstrem membuat sejumlah nelayan di Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kembali memilih tidak melaut. Angin kencang dan gelombang besar dinilai membahayakan keselamatan nelayan yang menggunakan perahu kecil.

Salah satu nelayan, Waris (60) mengatakan, dirinya sudah sekitar tiga hari berturut-turut tidak melaut akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Menurutnya, angin kencang dan gelombang besar membuat aktivitas mencari ikan terlalu berisiko.

"Sudah sekitar dua sampai tiga hari tidak melaut. Anginnya kencang, gelombangnya juga besar," kata Waris kepada detikJatim saat ditemui di Desa Gisik Cemandi, Senin (31/8/2026).

Waris mengatakan, kondisi perahunya yang sudah tua dan berukuran kecil juga menjadi pertimbangan untuk tidak memaksakan diri melaut. Jika nekat berangkat, perahu akan lebih sulit dikendalikan saat diterjang angin maupun gelombang.

"Kalau dipaksakan bahaya. Perahu kecil dan sudah tua, takutnya tidak kuat menghadapi ombak, bisa terbalik atau tenggelam," ujarnya.

Selama tidak melaut, Waris memilih memanfaatkan waktunya untuk memperbaiki alat tangkap. Ia memperbaiki jaring, mengganti atau memasang kembali timah pemberat yang lepas, hingga memperbaiki tali yang putus.

"Kalau tidak melaut ya memperbaiki jaring. Ada timah yang lepas, tali putus, itu dibenahi dulu," jelasnya.

Waris juga menyebut, kondisi cuaca sulit diprediksi. Ia mengaku sempat berharap angin dan gelombang mereda setelah tanggal 17, namun kenyataannya kondisi laut justru kembali semakin kencang.

"Prakiraan cuaca kadang sulit dipastikan. Setelah tanggal 17 malah angin dan ombak semakin kencang, bukan mereda," ungkapnya.

Menurut Waris, bagi nelayan keselamatan harus menjadi prioritas dibandingkan hasil tangkapan. Sebab, memaksakan diri melaut dalam kondisi ekstrem bukan hanya berpotensi membuat nelayan pulang tanpa hasil, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.

Hal senada disampaikan nelayan lainnya, Santoso (54). Ia juga memilih tidak melaut hari ini karena angin kencang dan cuaca ekstrem.

"Saya tidak melaut hari ini karena anginnya kencang, cuacanya ekstrem," kata Santoso.

Santoso mengatakan dirinya memanfaatkan waktu saat tidak melaut untuk memperbaiki jaring. Perawatan alat tangkap dilakukan sembari menunggu kondisi laut kembali aman untuk digunakan melaut.

"Kalau tidak melaut, memperbaiki jaring dulu," ujarnya.

Para nelayan berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga mereka dapat kembali melaut dengan aman. Sementara selama angin kencang dan gelombang besar masih terjadi, mereka memilih menunda aktivitas di laut demi keselamatan.



Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork