4 Desa di Pesisir Sedati Sidoarjo Terendam Banjir Rob

4 Desa di Pesisir Sedati Sidoarjo Terendam Banjir Rob

Suparno - detikJatim
Selasa, 19 Mei 2026 11:55 WIB
Banjir rob di kawasan Sedati Sidoarjo
Banjir rob di kawasan Sedati Sidoarjo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah pesisir di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Genangan air laut terjadi akibat pasang laut setinggi 3 hingga 4 meter yang menyebabkan air meluap ke daratan dan menghambat aliran air menuju laut.

Pantauan di lokasi, banjir rob mulai naik sejak Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Ketinggian air rata-rata mencapai 15 hingga 20 sentimeter, bahkan di sejumlah titik mencapai setinggi lutut orang dewasa.

Empat desa terdampak banjir rob yakni Desa Kalanganyar, Tambak Cemandi, Banjar Kemuning dan Segoro Tambak. Genangan air membuat aktivitas warga terganggu, terutama masyarakat pesisir yang mayoritas bekerja sebagai petani tambak dan nelayan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir rob di kawasan Sedati SidoarjoBanjir rob di kawasan Sedati Sidoarjo Foto: Suparno/detikJatim

Camat Sedati, Dedy Kurniawan menyebut, banjir rob yang melanda beberapa desa pesisir bagian timur Kecamatan Sedati sudah terjadi beberapa hari terakhir.

ADVERTISEMENT

"Untuk bulan ini banjir rob terjadi pada pagi hari dan biasanya mulai surut sore hari," kata Dedy kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, saat rob datang masyarakat tidak bisa beraktivitas normal. Bahkan sejumlah usaha kolam pancing milik warga sementara dihentikan karena area tergenang air laut.

"Banjir rob ini mulai Sabtu dan diprediksi berakhir sekitar tiga hari lagi," tambahnya.

Salah satu warga Dusun Gisik Kidul Desa Tambak Cemandi, Dani (57) mengatakan, banjir rob merupakan kejadian rutin yang terjadi setiap tahun.

"Biasanya ada dua siklus. Bulan Mei air pasang datang siang hari, sedangkan bulan Oktober sampai Desember biasanya malam hari," ujarnya.

Dani menjelaskan, rob mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir dan air mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB lalu surut kembali sekitar pukul 12.00 WIB.

"Ketinggian air sekarang sampai lutut orang dewasa," jelasnya.

Hal senada disampaikan Mulyadi (59), warga Dusun Gisik Kidul RT 03 RW 01 Desa Tambak Cemandi. Menurutnya, banjir rob sangat merugikan petani tambak karena banyak hasil ternak rusak hingga hanyut terbawa arus.

"Sangat merugikan petani tambak. Banyak hasil tambak rusak dan hanyut," katanya.

Meski jalan kampung masih bisa dilalui kendaraan, warga membatasi orang luar masuk ke kawasan terdampak demi keselamatan. Sementara itu, warga lainnya, Supriyo (71), mengatakan fenomena rob sudah menjadi langganan warga pesisir Sedati setiap tahun.

"Setiap tahun pasti ada dua kali. Kadang siang hari, kadang malam hari," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads