10 Hari Berhenti, Nelayan Sidoarjo Kembali Melaut tapi Tangkapan Minim

10 Hari Berhenti, Nelayan Sidoarjo Kembali Melaut tapi Tangkapan Minim

Suparno - detikJatim
Selasa, 25 Agu 2026 15:45 WIB
Nelayan di Sidoarjo
Nelayan di Sidoarjo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Nelayan di kawasan Pelabuhan Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, mulai kembali melaut setelah sekitar 10 hari berhenti akibat cuaca buruk. Namun, kondisi cuaca yang masih ekstrem membuat para nelayan memilih pulang lebih awal.

Salah satu nelayan, Hasin (32), mengaku baru dua hari kembali melaut. Nelayan yang telah 20 tahun menjalani profesi tersebut mengatakan kondisi cuaca masih menjadi kendala utama dalam mencari ikan.

"Baru dua hari ini mulai melaut lagi. Sebelumnya sekitar 10 hari tidak melaut sama sekali karena cuaca buruk, tapi hari ini hasilnya kurang maksimal," ujar Hasin kepada detikJatim di dermaga Visit Cemandi Sedati, Selasa (25/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasin mengatakan dirinya biasanya berangkat melaut sekitar pukul 05.00 WIB. Dalam kondisi cuaca normal, ia dapat kembali ke pelabuhan sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, hari ini ia memilih pulang lebih awal karena cuaca kembali memburuk.

ADVERTISEMENT

"Kalau cuaca baik biasanya pulang jam 1 siang. Hari ini pulang lebih awal karena cuaca memburuk lebih cepat," katanya.

Meski hanya melaut dalam waktu terbatas, Hasin membawa hasil tangkapan berupa udang. Hasil tersebut diperkirakan dapat dijual sekitar Rp300 ribu.

Menurutnya, hasil tangkapan tersebut masih belum maksimal. Selain baru kembali melaut setelah 10 hari berhenti, waktu melaut juga terpangkas karena kondisi cuaca.

"Pagian masih cerah dan enak, tapi sekitar jam 10 cuaca memburuk lagi," ungkapnya.

Hal senada disampaikan nelayan lainnya, Mulyono. Ia mengatakan baru kembali melaut hari ini. Meski memberanikan diri melaut, Mulyono akhirnya harus pulang lebih awal karena angin dan ombak masih cukup besar.

"Baru hari ini mulai melaut. Tapi akhirnya pulang lebih awal karena angin dan ombak masih besar," kata Mulyono.

Mulyono menilai kondisi tersebut cukup membahayakan keselamatan nelayan. Cuaca ekstrem juga berdampak langsung terhadap hasil tangkapan yang diperoleh.

"Kalau cuaca masih ekstrem, hasilnya tidak maksimal. Tangkapan juga tidak maksimal," ujarnya.

Para nelayan berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga mereka dapat kembali melaut dengan waktu yang normal dan memperoleh hasil tangkapan yang lebih banyak. Bagi nelayan, kondisi cuaca sangat menentukan keselamatan sekaligus pendapatan mereka setiap hari.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads