Cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah membuat harga ikan laut di sejumlah pasar ikan di Kabupaten Sidoarjo mengalami kenaikan. Kondisi angin kencang dan gelombang tinggi membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut sehingga pasokan ikan berkurang.
Kenaikan harga ikan laut tersebut terlihat di Pasar Ikan Lingkar Timur Sidoarjo dan Pasar Ikan Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati. Sejumlah pedagang menyebut harga beberapa jenis ikan mengalami kenaikan sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram dibandingkan saat kondisi cuaca normal.
Salah satu pedagang ikan laut di Pasar Ikan Lingkar Timur Sidoarjo, Misbah mengatakan, kenaikan harga terjadi karena kondisi cuaca membuat nelayan tidak berani melaut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau cuaca seperti ini nelayan banyak yang tidak melaut karena angin dan ombak besar. Akibatnya ikan yang masuk ke pasar berkurang dan harganya ikut naik," kata Misbah kepada detikJatim di pasar ikan Lingkar Timur Sidoarjo, Senin (24/8/2026).
Misbah yang menjalankan usaha perdagangan ikan laut warisan orang tuanya itu menyebut sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan cukup terasa.
Harga ikan kembung yang sebelumnya sekitar Rp 35 ribu-Rp 38 ribu per kilogram kini mencapai Rp 45 ribu. Kakap merah ukuran kecil yang sebelumnya Rp 55 ribu-Rp 60 ribu naik menjadi sekitar Rp 65 ribu-Rp 70 ribu per kilogram.
Sementara itu, kakap merah ukuran besar yang biasanya sekitar Rp 70 ribu per kilogram kini bisa mencapai Rp 75 ribu.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada ikan tenggiri. Saat cuaca normal, harganya berkisar Rp 70 ribu-Rp 75 ribu per kilogram. Namun ketika cuaca ekstrem, harganya bisa mencapai Rp 80 ribu hingga Rp 95 ribu per kilogram.
"Kalau tenggiri memang paling mahal. Saat cuaca buruk bisa sampai Rp 90 ribu lebih per kilogram," ujar Misbah.
Harga cumi-cumi juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sekitar Rp 60 ribu-Rp 65 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 75 ribu per kilogram.
Sedangkan harga cakalang relatif lebih stabil. Saat kondisi normal, ikan tersebut berada di kisaran Rp 35 ribu-Rp 38 ribu per kilogram dan maksimal sekitar Rp 40 ribu.
Menurut Misbah, kenaikan harga ikan sangat bergantung pada pasokan dan kondisi musim. Ketika nelayan bisa kembali melaut dan pasokan ikan normal, harga di pasar diharapkan kembali turun.
Di tengah kenaikan harga tersebut, Pasar Ikan Sidoarjo ternyata tetap menjadi pilihan pembeli dari luar daerah. Salah satunya Joni, warga Surabaya, yang sengaja datang ke Sidoarjo untuk membeli ikan laut.
Joni mengaku setiap hari mengonsumsi ikan laut. Menurutnya, harga ikan di Sidoarjo masih lebih murah dibandingkan sejumlah tempat di Surabaya, meski saat ini harga sedang mengalami kenaikan.
"Murah dan enak dibandingkan di Surabaya," kata Joni.
Hal senada disampaikan pedagang ikan di Pasar Ikan Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Syaifuddin (29). Ia mengatakan ikan laut masih banyak dicari masyarakat karena sebagian pembeli memang lebih menyukai ikan laut dibandingkan ikan air tawar.
"Kalau saya lebih banyak mencari dan jual ikan laut. Semua jenis ikan laut ada peminatnya," ujar Syaifuddin.
Syaifuddin menyebut cuaca ekstrem memang berdampak terhadap pasokan dan harga ikan. Namun, harga ikan laut di Sidoarjo dinilai masih cukup terjangkau bagi pembeli dari daerah sekitar, termasuk Surabaya.
Kondisi tersebut membuat pasar ikan di Sidoarjo tetap ramai didatangi pembeli meski harga sejumlah komoditas laut mengalami kenaikan akibat cuaca buruk.
Dengan kondisi cuaca yang masih menjadi kendala bagi nelayan, pedagang berharap angin dan gelombang segera kembali normal sehingga nelayan dapat kembali melaut dan pasokan ikan ke pasar kembali lancar.
