Kantor Imigrasi Kelas III TPI Banyuwangi memperketat pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) seiring meningkatnya angka kunjungan turis dan investor ke wilayah tersebut. Penguatan pengawasan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang digelar pada Kamis (27/8/2026).
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III TPI Banyuwangi Muhammad Ervan Lesmana menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi daerah dan keamanan wilayah.
Ervan menyebut, peningkatan investasi asing di sektor agrikultur, ekowisata, hingga ekonomi biru dinilai menjadikan Banyuwangi sebagai titik strategis perlintasan internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambah lagi, daya tarik destinasi seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, kekayaan budaya lokal, serta aksesibilitas melalui Bandara Internasional Blimbingsari dan Pelabuhan Ketapang terus memicu lonjakan kedatangan ekspatriat untuk berlibur, bekerja, maupun berinvestasi.
"Pariwisata dan investasi asing memang menjadi salah satu katalisator ekonomi Banyuwangi, namun kedaulatan dan keamanan negara tetap menjadi fondasi absolut. Timpora hadir untuk memastikan bahwa setiap aktivitas WNA memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kita terbuka bagi dunia, namun tetap tegak lurus pada aturan hukum. Karenanya, kami gelar rakor Timpora hari kamis 27/8/2026 kemarin," ujar Ervan, Sabtu (29/8/2026).
Ervan menambahkan, Rakor tersebut diikuti oleh 17 perwakilan instansi vital di tingkat daerah diantaranya Polresta Banyuwangi, Kodim 0825, Lanal, Detasemen TNI AU, Kejaksaan Negeri, BIN Posda, BNN, hingga otoritas transportasi seperti Angkasa Pura dan ASDP Ketapang.
Ia menjelaskan, pembentukan forum pengawasan tersebut mengacu pada Pasal 69 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian serta aturan keanggotaan dalam Pasal 51 Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 2 Tahun 2025.
Dari pertemuan lintas sektoral ini, Timpora Banyuwangi menyepakati empat langkah strategis yang berisi Pembagian tugas pengawasan orang asing yang proporsional antarinstansi, Pemetaan informasi komprehensif terkait keberadaan, aktivitas, dan potensi kerawanan WNA di lapangan berbasis data, pembentukan infrastruktur komunikasi khusus untuk mengakselerasi pertukaran informasi pergerakan WNA secara real-time melalui kanal respon cepat dan Komitmen bersama dalam menjaga ekosistem pengawasan yang konsisten.
"Melalui penguatan sinergi ini, kami optimistis wilayah Banyuwangi akan aman dan kondusif sebagai pusat pariwisata serta investasi global tanpa mengabaikan aspek kedaulatan negara," pungkas Ervan.
