Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengevaluasi status Tio Ferdian Rahmana di paguyuban Cak dan Ning Surabaya. Evaluasi dilakukan setelah Tio yang merupakan Wakil I Raka Jawa Timur 2026 diduga meminta pacarnya menggugurkan kandungan dan kabarnya viral di media sosial.
Diketahui, Tio merupakan pemenang Cak Suroboyo pada ajang Cak dan Ning 2023 lalu. Kemudian, sekitar akhir tahun 2024 atau awal 2025, ketika ada rekrutmen di bawah Prokopim Pemkot Surabaya, Tio diterima menjadi MC tenang kontrak non ASN.
Eri mengatakan, setelah viral, pemkot memanggil Tio untuk klarifikasi. Hasilnya dia mengakui bila ada hubungan dengan perempuan tersebut, kemudian dipecat dari Pemkot Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dipecat, Pemkot Surabaya juga mengevaluasi posisi Tio di paguyuban Cak dan Ning Surabaya. Status sebagai Cak Suroboyo 2023 juga berpotensi dicabut.
"Sudah kita evaluasi itu. Maka Cak dan Ning itu juga harus punya attitude yang baik, punya akhlak yang bagus. Maka dari itu akan ada proses, nanti juga kita sampaikan ke paguyuban, kita akan cabut itu," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (12/8/2026).
Ia menegaskan, Cak dan Ning Surabaya harus menjadi representasi kota, di mana memiliki sikap dan perilaku yang baik. Persoalan Tio pun menjadi bahan evaluasi terhadap statusnya di paguyuban tersebut.
Menurutnya, kesalahan Tio sudah melanggar norma hukum. Maka Eri berharap korban langsung melapor polisi.
"Karena ini sudah harga diri. Opo maneh jarene wingi hamil (Apalagi katanya kemarin hamil). Yo kon laporo (Ya kamu bikin laporan polisi). Kalau kita ini takut lapor, susah iki. Yo laporno (laporkan) agar apa? Agar siapa yang berbuat salah yo salah. Sing salah yo dipenjara," ujarnya.
Eri menegaskan, pihaknya tidak ikut campur lebih dalam tentang pribadi Tio dengan perempuan yang terkait. Pemkot hanya memberikan konsekuensi status Tio di lingkup pemerintahan dan paguyuban Cak dan Ning Surabaya.
"Kalau yang terjadi kasusnya kan kasus pribadi. Bukan kasus institusi. Maka ketika kasus pribadi ya berarti kami memecatnya dari Kota Surabaya dan mengevaluasi dari Cak-nya tadi," pungkasnya.
Senada, Kasatres Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO)Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari korban.
"Belum ada laporan masuk," ujar Melatisari kepada detikJatim.
Baca juga: Cerita Dokter E Sang Raja Aborsi Surabaya |
Ia lantas mengimbau agar korban bisa melapor ke pihak kepolisian agar kasus tersebut dapat diusut lebih lanjut. "Sebagai bahan dasar penyelidikan, kami imbau korban segera buat laporan," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, jagat maya dihebohkan kabar eks runner up Raka Raki Jawa Timur 2026 Tio Ferdian Rahmana yang diduga meminta pacarnya untuk mengaborsi kandungan ke Singapura. Kabar itu viral di sosial media Instagram hingga threads.
Dalam akun Instagram @ingintauindonesia, tampak sejumlah pesan WhatsApp yang diduga antara Tio dengan pacarnya tengah berbincang terkait rencana aborsi ke dukun anak. Bahkan, ada perbincangan untuk melakukan aborsi ke Singapura.
"Runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026, yang juga Cak & Ning Surabaya 2023 diduga terlibat kasus kekerasan seksual terhadap pacarnya sendiri. Berita ini mencuat setelah ajang pemilihan duta wisata (Raka & Raki) yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur baru saja selesai," tulis caption Instagram @ingintauindonesia yang dilihat detikJatim, Minggu (9/8/2026).
"Dalam cuitan di platform X, seorang perempuan yang mengaku pacar dari Tio, terduga pelaku, menyuruh dirinya untuk mengugurkan kandungannya yang masih berusia 12 minggu,. Bahkan dalam pesan singkatnya, Tio sempat kepikiran untuk membawanya ke Singapura demi terhindar dari sanksi sosial," tulis caption @ingintauindonesia.
