- Apa Itu Kolesterol?
- 10 Ciri-ciri Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai 1. Nyeri pada Kaki 2. Nyeri Dada 3. Xanthelasma 4. Xanthoma 5. Mudah Lelah Saat Beraktivitas 6. Sesak atau Tidak Nyaman Saat Beraktivitas 7. Gejala yang Berkaitan dengan Stroke 8. Gangguan Penglihatan 9. Kesemutan atau Mati Rasa 10. Tidak Mengalami Gejala Apapun
- Siapa yang Berisiko Mengalami Kolesterol Tinggi?
- Cara Menjaga Kolesterol Tetap Terkontrol
Kolesterol tinggi kerap disebut sebagai salah satu masalah kesehatan yang sulit dikenali sejak awal. Pasalnya, kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala khas sehingga seseorang bisa saja memiliki kadar kolesterol tinggi tanpa menyadarinya.
Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), padahal, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat memicu penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk penyakit jantung dan stroke.
Apa Itu Kolesterol?
Kolesterol merupakan zat seperti lemak yang secara alami dibutuhkan tubuh. Zat ini berperan dalam pembentukan membran sel, hormon, vitamin D, serta mendukung sejumlah fungsi tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menjadi masalah. Kolesterol, terutama jenis LDL atau yang kerap disebut sebagai kolesterol jahat, dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak.
Penumpukan plak dapat membuat pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah menjadi terganggu. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.
Baca juga: Benarkah Ada Jam Terbaik Minum Air? |
10 Ciri-ciri Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Perlu diketahui, tanda-tanda berikut tidak selalu berarti seseorang memiliki kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi sendiri sering kali tidak menimbulkan keluhan. Beberapa kondisi dapat muncul ketika sudah terjadi gangguan pada pembuluh darah atau komplikasi yang berkaitan dengan penumpukan kolesterol.
1. Nyeri pada Kaki
Nyeri pada kaki, terutama ketika berjalan atau melakukan aktivitas fisik, dapat berkaitan dengan gangguan aliran darah akibat penyempitan pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat membuat kaki terasa sakit, berat, atau mudah lelah ketika digunakan untuk berjalan.
2. Nyeri Dada
Nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada dapat terjadi ketika aliran darah menuju jantung terganggu. Penumpukan plak akibat kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Kondisi ini perlu diperhatikan karena berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
3. Xanthelasma
Xanthelasma merupakan munculnya bercak atau benjolan berwarna kekuningan di sekitar kelopak mata. Kondisi ini dapat berkaitan dengan penumpukan lemak di bawah kulit. Namun, keberadaan xanthelasma tidak otomatis berarti seseorang memiliki kadar kolesterol tinggi sehingga pemeriksaan tetap diperlukan.
4. Xanthoma
Selain di sekitar mata, penumpukan lemak juga dapat muncul sebagai benjolan atau bercak kekuningan di bagian tubuh tertentu. Kondisi tersebut dikenal sebagai xanthoma. Xanthoma dapat berkaitan dengan gangguan kadar lemak dalam darah, termasuk kolesterol yang tinggi.
5. Mudah Lelah Saat Beraktivitas
Gangguan aliran darah akibat penyempitan pembuluh darah dapat membuat tubuh tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen secara optimal. Akibatnya, dapat lebih mudah lelah ketika melakukan aktivitas tertentu. Meski demikian, mudah lelah tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya tanda kolesterol tinggi.
6. Sesak atau Tidak Nyaman Saat Beraktivitas
Gangguan pada pembuluh darah yang berkaitan dengan penumpukan plak dapat mempengaruhi suplai darah ke jantung. Dalam kondisi tertentu, seseorang dapat mengalami rasa tidak nyaman di dada atau sesak, terutama saat melakukan aktivitas. Keluhan seperti ini perlu diperhatikan dan tidak sebaiknya dianggap sepele.
7. Gejala yang Berkaitan dengan Stroke
Penumpukan plak pada pembuluh darah dapat meningkatkan risiko stroke. Ketika stroke terjadi, gejala dapat muncul secara tiba-tiba.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai, yaitu wajah menurun pada salah satu sisi, kelemahan atau mati rasa pada salah satu bagian tubuh, serta kesulitan berbicara.
Jika gejala tersebut muncul mendadak, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan pertolongan segera.
8. Gangguan Penglihatan
Gangguan pada pembuluh darah dapat berpengaruh terhadap aliran darah ke berbagai bagian tubuh, termasuk mata. Perubahan penglihatan, terutama yang terjadi secara tiba-tiba, perlu diperiksakan karena dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan dan bukan semata-mata akibat kolesterol tinggi.
9. Kesemutan atau Mati Rasa
Gangguan sirkulasi darah dapat menimbulkan keluhan pada bagian tubuh tertentu, termasuk rasa kesemutan atau mati rasa. Namun, keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh banyak kondisi lain. Karena itu, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
10. Tidak Mengalami Gejala Apapun
Justru kondisi tanpa gejala inilah yang paling penting untuk diperhatikan. Seseorang dapat memiliki kolesterol tinggi tanpa mengalami nyeri, pusing, kesemutan, atau keluhan tertentu.
Karena itu, merasa sehat bukan berarti kadar kolesterol dalam tubuh pasti normal. Pemeriksaan darah merupakan cara yang lebih tepat untuk mengetahui kadar kolesterol dibandingkan hanya mengandalkan gejala.
Siapa yang Berisiko Mengalami Kolesterol Tinggi?
Sejumlah kebiasaan dan kondisi dapat meningkatkan risiko kadar kolesterol tinggi. Di antaranya pola makan yang banyak mengandung lemak jenuh, kurang melakukan aktivitas fisik, berat badan berlebih, serta kebiasaan merokok.
Faktor kesehatan tertentu dan faktor keturunan juga dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang. Karena itu, menjaga pola hidup sehat tetap penting meskipun belum merasakan keluhan apa pun.
Cara Menjaga Kolesterol Tetap Terkontrol
Menjaga kadar kolesterol dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kolesterol tetap terkontrol antara lain sebagai berikut.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan memperbanyak makanan berserat.
- Membatasi makanan tinggi lemak jenuh.
- Rutin melakukan aktivitas fisik.
- Menjaga berat badan tetap ideal.
- Tidak merokok.
- Melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala.
- Mengikuti anjuran dokter apabila telah didiagnosis memiliki kolesterol tinggi.
Pada akhirnya, kolesterol tinggi tidak selalu memberikan tanda yang bisa dirasakan tubuh. Karena itu, pemeriksaan kadar kolesterol menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mencegah risiko penyakit yang lebih serius.
