Pihak operator kapal Mutiara Sentosa 2 menyatakan saat ini fokus utama perusahaan berada pada penanganan dan evakuasi para penumpang pascakebakaran kapal yang terjadi di perairan Masalembo. Korban selamat yang telah terdata mulai dialokasikan ke penginapan yang disiapkan.
Kepala Cabang PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Surabaya, Ferdinand Pondang menyampaikan bahwa seluruh anak buah kapal (ABK) beserta nakhoda dilaporkan selamat dari insiden tersebut.
"Perkembangannya ini tadi kita masih fokus di evakuasi penumpang. Untuk data-datanya sudah kami catat untuk kita alokasikan ke hotel yang telah disediakan. Untuk kondisi anak buah kapal yang kita terima dari teman-teman kru, itu semuanya selamat, termasuk nakhoda," ujar Ferdinand saat ditemui di Surabaya, Selasa (4/8/2026)
Ia menambahkan, saat ini nakhoda kapal sudah berada di Surabaya dan sedang menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang.
"Posisinya nakhoda ini sedang menjalani pertanyaan-pertanyaan dari instansi, pemeriksaan. Sudah di Surabaya," jelas Ferdinand.
Terkait adanya perbedaan data manifes penumpang antara yang tercatat dan di lapangan, pihak perusahaan mengaku masih melakukan sinkronisasi data internal. Begitu pula dengan laporan mengenai adanya 5 penumpang anak yang tidak tercatat dalam daftar manifes.
"Itu masih kita klarifikasi dengan manajemen kami. Saya pun juga belum bisa menginfokan ke media karena datanya masih kita saling cross-check. Kalau untuk daftar anak itu memang tidak didaftarkan oleh si pembeli tiket kepada kami. Jadi anak yang lima itu tidak termasuk manifes kami," ungkapnya.
Menanggapi kesaksian sejumlah penumpang dan keterangan Basarnas mengenai tidak adanya sirine/alarm bahaya yang berbunyi serta ketiadaan sekoci saat kejadian, Ferdinand menegaskan bahwa kapal sebenarnya dilengkapi dengan alat keselamatan yang memenuhi standar, termasuk izin ramp check terakhir pada Juni 2026.
"Kalau alat keselamatan ada di kapal. Sekoci, alat pelampung, APAR ada semua di kapal, lengkap. Cuma untuk penanganannya saya kurang paham, mungkin nakhoda yang bisa menjelaskan. Bel alarm ada, cuma saya belum tahu info dari nakhoda apa itu diaktifkan atau tidak," tuturnya.
Ferdinand juga menjelaskan alasan mengapa banyak penumpang yang terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Menurut laporan awal dari kru, titik api berasal dari bagian belakang kapal (buritan), lokasi di mana mayoritas alat keselamatan ditempatkan.
"Ya yang tadi disampaikan sama teman-teman kru, itu api berasal dari belakang. Sedangkan alat penyelamat itu semua di belakang posisinya. Sekoci, ILR (Inflatable Liferaft), semuanya di belakang. Jadi nakhoda katanya menyampaikan itu penumpang dialokasikan ke haluan semua untuk lompat pada saat kapal semua mulai terbakar," terang Ferdinand.
Mengenai ganti rugi barang bawaan maupun kendaraan milik konsumen, pihak perusahaan berjanji akan mendata ulang seluruh barang untuk diajukan ke pihak asuransi.
"Nanti kami data sesuai dengan manifes kami, kami cocokkan nomor polisinya untuk unit yang naik ke atas kapal, nah nanti untuk kita sampaikan ke pihak asuransi," pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak manajemen mengaku masih menunggu laporan menyeluruh dan resmi dari nakhoda serta hasil penyelidikan instansi terkait mengenai penyebab pasti kebakaran tersebut.
Simak Video "Video: Tidak Kebagian Pelampung, Jerigen jadi Penyelamat Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II"
(auh/dpe)