Nakhoda-Kru KM Mutiara 2 Dipastikan Selamat, Kini Masih Diperiksa

Nakhoda-Kru KM Mutiara 2 Dipastikan Selamat, Kini Masih Diperiksa

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 04 Agu 2026 20:20 WIB
Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang berpenumpang sekitar 250 orang penumpang tersebut mengalami kebakaran saat melakukan pelayaran dari Surabaya ke Makassar dan saat ini masih belum bisa dipastikan jumlah korbannya. ANTARAFOTO/Umarul Faruq
Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Surabaya -

Perusahaan Kapal Mutiara Sentosa 2 memastikan seluruh anak buah kapal (ABK) beserta nakhoda selamat dalam insiden kebakaran yang terjadi di perairan Masalembo. Saat ini, nakhoda telah berada di Surabaya dan sedang menjalani pemeriksaan oleh instansi terkait untuk mengungkap penyebab kebakaran.

Kepala Cabang PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Surabaya, Ferdinand Pondang, mengatakan fokus perusahaan saat ini masih tertuju pada penanganan para penumpang yang selamat. Korban yang telah terdata mulai ditempatkan di penginapan yang disiapkan perusahaan.

"Perkembangannya ini tadi kita masih fokus di evakuasi penumpang. Untuk data-datanya sudah kami catat untuk kita alokasikan ke hotel yang telah disediakan. Untuk kondisi anak buah kapal yang kita terima dari teman-teman kru, itu semuanya selamat, termasuk nakhoda," ujar Ferdinand saat ditemui di Surabaya, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memastikan seluruh kru berhasil menyelamatkan diri dari kapal yang terbakar. Namun, untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian, pihak perusahaan masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap nakhoda.

ADVERTISEMENT

Menurut Ferdinand, nakhoda kini telah berada di Surabaya dan sedang dimintai keterangan oleh instansi yang menangani penyelidikan insiden tersebut.

"Posisinya nakhoda ini sedang menjalani pertanyaan-pertanyaan dari instansi, pemeriksaan. Sudah di Surabaya," jelas Ferdinand.

Selain pemeriksaan terhadap nakhoda, perusahaan juga masih menunggu laporan resmi dari kru kapal dan hasil investigasi pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Di sisi lain, operator masih melakukan pendataan terhadap penumpang dan kendaraan yang berada di atas kapal. Pendataan tersebut juga akan menjadi dasar pengajuan klaim asuransi atas barang maupun kendaraan milik penumpang yang terdampak kebakaran.

"Nanti kami data sesuai dengan manifest kami, kami cocokkan nomor polisinya untuk unit yang naik ke atas kapal, nah nanti untuk kita sampaikan ke pihak asuransi," pungkasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads