Cerita Ansar Tak Temukan Teman Kerja di Daftar Korban KM Mutiara Sentosa

Cerita Ansar Tak Temukan Teman Kerja di Daftar Korban KM Mutiara Sentosa

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 04 Agu 2026 15:15 WIB
Pertugas di papan informasi posko tragedi KM Mutiara Sentosa 2 terbakar
Pertugas di papan informasi posko Pelabuhan Tanjung Perak (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Ansar tergopoh-gopoh mendatangi Posko Informasi SAR di Gapura Surya Nusantara. Ia langsung mencari nama rekan kerjanya yang disebut tak masuk dalam daftar korban KMP Mutiara Sentosa 2.

Dari pantauan detikJatim di lokasi, Ansar datang seorang diri. Pria asal Makasar itu mencari setiap nama di papan informasi dan berlalu lalang ke posko informasi SAR di lokasi.

Namun, ia kebingungan lantaran tak ada nama rekannya, Bustang Sanusi. Bahkan, ia tidak menemukan data temannya itu di rumah sakit Bhayangkara maupun RS PHC Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tanyakan di sana di daftar namanya belum dapat," kata Ansar saat ditemui di GSN Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Pria asal Takalar Makassar itu memastikan rekan kerjanya sebagai penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 karena mengemudikan truk muat logistik. Namun, ia belum bisa memastikan apakah rekannya selamat atau tidak.

ADVERTISEMENT

"Belum tahu selamat atau tidaknya, tapi pasti naik kapal itu, cuma 1 satu rekan kerja saya itu, katanya (SAR) masih dicari," ujarnya.

Ia mengaku sempat berkomunikasi ketika kapal terbakar dan meminta pertolongan. Namun, ketika dihubungi kembali, tak ada respon.

"Sempat terakhir dia kontak minta pertolongan dan posisi kapal sudah terbakar. Bawa truk muatan logistik. Saya di sini sama teman-teman serta komunikasi kemudian ke Rumah sakit Bhayangkara dan belum ada (kabar)," tuturnya.

Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar dilaporkan terbakar hebat pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Nakhoda kapal sempat melaporkan insiden tersebut kepada pemilik kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), sebelum akhirnya komunikasi terputus total.

Kantor SAR Surabaya bersama Syahbandar Tanjung Perak dan unsur SAR gabungan langsung mengerahkan operasi penyelamatan darurat usai menerima laporan tersebut.

Berdasarkan data manifes resmi Polairud Polda Jatim, kapal tersebut mengangkut total 232 orang, yang terdiri 219 orang sopir dan kernet, dan 13 orang penumpang dewasa

Selain membawa ratusan penumpang, kapal juga mengangkut 181 unit kendaraan yang meliputi sepeda motor, mobil pribadi, truk sedang, truk besar, tronton, hingga satu unit alat berat.

Akibat tragedi ini sebanyak 5 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan 227 penumpang lainnya selamat dan telah berhasil dievakuasi seluruhnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads